FK-KMK UGM. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi menyelenggarakan penguatan budaya akademik dan penelitian melalui partisipasi residen dalam ajang Neurology Update XVI JogjaCLAN 2026 yang berlangsung di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 10–12 Juli 2026 dan menjadi forum bagi peserta untuk mempresentasikan karya ilmiah sekaligus mengembangkan wawasan di bidang neurologi.
Pada ajang tersebut, dua residen PPDS Neurologi FK-KMK UGM, yakni dr. Chandra Ayu Nastiti dan dr. Halwan Fuad Banyuangga, berhasil meraih penghargaan dari dua kategori kompetisi yang berbeda. Pada kategori poster case report atau laporan kasus, dr. Chandra Ayu Nastiti meraih Juara I melalui karya ilmiah berjudul “Pandangan Kabur Mendadak Akibat Stenosis Arteri Serebral Posterior Bilateral setelah Perdarahan Uterus Abnormal: Laporan Kasus”. Karya tersebut bersaing dengan 62 peserta dan mengangkat kasus seorang perempuan yang mengalami pandangan kabur secara mendadak dengan riwayat abnormal uterine bleeding (AUB).
Dalam laporan tersebut, dr. Chandra memaparkan hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya infark watershed subakut di regio parieto-oksipital bilateral melalui CT scan kepala tanpa kontras. Pemeriksaan digital subtraction angiography (DSA) kemudian mengungkap adanya stenosis pada arteri serebri posterior (PCA) bilateral. Temuan tersebut menjadi dasar dalam menganalisis hubungan antara kondisi pasien dengan gangguan aliran darah ke otak.
Analisis kasus menunjukkan bahwa anemia berat akibat AUB, kondisi pascaoperasi, transfusi darah berulang, serta keadaan hiperkoagulabilitas berperan dalam memicu penurunan aliran darah ke otak hingga menyebabkan infark. Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap keluhan pandangan kabur yang muncul secara tiba-tiba karena gejala tersebut dapat berkaitan dengan stroke pada sirkulasi posterior.
Sementara itu, prestasi lainnya diraih dr. Halwan Fuad Banyuangga yang memperoleh Juara II kategori penelitian melalui karya berjudul “Karakterisasi Reaktivitas Isoform MOG Mengidentifikasi Tiga Subkelompok Antibodi pada MOGAD.” Penelitian tersebut berfokus pada myelin oligodendrocyte glycoprotein antibody-associated disease (MOGAD), yaitu penyakit autoimun pada sistem saraf pusat yang berkaitan dengan proses demielinisasi dan inflamasi.
MOGAD dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk klinis, antara lain neuritis optik, mielitis transversa, maupun acute disseminated encephalomyelitis (ADEM). Melalui penelitian yang dilakukan, dr. Halwan mengkaji respons imun pasien terhadap protein myelin oligodendrocyte glycoprotein (MOG) dan menemukan bahwa respons tersebut tidak bersifat seragam.
Selama ini, pemeriksaan diagnostik menggunakan satu varian protein MOG sehingga belum sepenuhnya menggambarkan keragaman respons antibodi pada pasien. Penelitian tersebut kemudian mengidentifikasi tiga pola reaktivitas antibodi yang berbeda. Temuan ini memberikan gambaran mengenai adanya variasi respons imun pada pasien MOGAD dan membuka peluang untuk pengembangan pendekatan diagnosis yang lebih menyeluruh.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan pengetahuan yang mendukung ketepatan diagnosis dan penanganan penyakit neurologis. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi akademik dan penelitian dalam pendidikan dokter spesialis. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan penelitian dan pendekatan diagnostik di bidang neurologi. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui penyebarluasan pengetahuan medis melalui forum ilmiah. (Kontributor: Distya nugrahening Pradhani).




