Dosen FK-KMK UGM Raih Penghargaan sebagai Peneliti dalam The 9th Kobayashi Foundation Award

FK-KMK UGM. Dosen Divisi Hematologi dan Onkologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM, dr. Susanna Hilda Hutajulu, Sp.PD-KHOM, Ph.D. menerima penghargaan kategori Peneliti dalam The 9th Kobayashi Foundation Award. Penghargaan ini diberikan pada 17 Oktober 2025 di Yokohama, Jepang, oleh Kobayashi Foundation for Cancer Research. Pencapaian tersebut diraih atas kontribusinya dalam menganalisis kasus dan sampel klinis dari pasien kanker payudara di wilayah dengan kualitas pengobatan yang kurang memadai di Indonesia.

Penghargaan yang didapatkan dr. Susanna berakar dari hasil penelitiannya yang berjudul Building Bridges for Breast Cancer Care Gap in Yogyakarta: A Comprehensive Cohort on the Chemotherapy Toxicities, Epidemiology, Clinicopathologic Characteristics, Genetic Predisposition, and Outcomes. Dalam penelitian tersebut, dr. Susanna menggunakan pendekatan multifaset yang membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hasil pengobatan yang buruk. Penelitian dr. Susanna telah memberikan wawasan penting untuk pengobatan kanker payudara di masa mendatang.

The 9th Kobayashi Foundation Award diberikan kepada para peneliti dan tim medis berprestasi yang telah memberikan kontribusi sosial yang luar biasa di bidang kemoterapi kanker di negara-negara dan/atau wilayah Asia selain Jepang. Penghargaan tersebut diberikan kepada dua kategori, yaitu Researchers dan Medical Teams. Kategori Researchers diperuntukkan bagi para peneliti yang telah menunjukkan prestasi dan kinerja luar biasa dalam penelitian dan pengembangan di bidang onkologi dan kemoterapi kanker.

Penghargaan yang diraih oleh dr. Susanna dalam The 9th Kobayashi Foundation Award merupakan salah satu kontribusi yang turut mendukung upaya FK-KMK UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Prestasi tersebut mendorong tercapainya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera; SDG 4: Pendidikan Berkualitas; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Hasil penelitian dr. Susanna mendorong inovasi di bidang onkologi dan kemoterapi kanker. Penelitiannya juga membuka akses terhadap pendidikan kedokteran onkologi. Selain itu, hasil penelitiannya dapat membantu mengatasi ketimpangan kualitas pengobatan kanker payudara di daerah. (Penulis: Citra/Humas).