FK-KMK UGM. Dosen Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dr. Nur Imma Fatimah Harahap, Ph.D., Sp.PK, berpartisipasi dalam International Conference for Genomic Medicine 2026 (ICGM 2026) yang diselenggarakan oleh Genomic Medicine Centre of Excellence (GMCoE). Konferensi internasional ini dilaksanakan pada 21–22 Januari 2026 di King Salman Auditorium, King Faisal Specialist Hospital & Research Centre, Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia. Kegiatan ini mengangkat tema “Next Generation Multi-Omics: The AI Revolution”, yang menyoroti peran kecerdasan buatan dalam mempercepat inovasi riset biomedis serta penerapannya dalam praktik klinik.
Partisipasi dr. Nur Imma Fatimah Harahap dalam kegiatan ini berada di bawah bimbingan dr. Rahmat Dani Satria, M.Sc., Ph.D., Sp.PK, subsp. H.K. (K). Keikutsertaan dalam konferensi ini turut mengantarkan dr. Imma memperoleh travel award sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi akademik serta keterlibatan aktif dalam forum ilmiah internasional. Dalam konferensi tersebut, dr. Imma mempresentasikan karya ilmiah berjudul “AI-Driven Multiomics Reveals a Hidden Macrophage Involvement as a Central Driver of Catastrophic Inborn Errors of Metabolism”. Presentasi menyoroti peran keterlibatan makrofag tersembunyi sebagai faktor sentral pada dekompensasi berat inborn errors of metabolism melalui pendekatan multi-omics dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Keikutsertaan dosen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium, FK-KMK UGM dalam ICGM 2026 memberikan kontribusi dalam memperluas kemitraan global serta memperkuat peran institusi akademik Indonesia dalam pengembangan genomic medicine di tingkat global. Diskusi ilmiah yang berlangsung juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait adaptasi teknologi genomik dan multi-omics secara kontekstual, termasuk penerapannya di negara berkembang untuk meningkatkan akurasi diagnosis, efektivitas terapi, dan keselamatan pasien.
Melalui berbagai kontribusi tersebut, dosen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium, FK-KMK UGM turut mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan berbasis genomik dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung diagnosis dan terapi yang lebih tepat. Partisipasi ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan pengayaan wawasan keilmuan dosen dalam forum ilmiah internasional; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan inovasi teknologi genomik dan kecerdasan buatan dalam sistem layanan kesehatan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi global antara institusi akademik, rumah sakit rujukan, dan pusat riset internasional. (Kontributor: Fadhila Akhsana Nur Raharjanti, S.Tr.Kes, Editor: Citra/Humas).



