FK-KMK UGM. Prof. Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes., PA(K), yang merupakan Guru Besar di FK-KMK UGM menjadi narasumber dalam kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program Magister Sains Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Kegiatan akademik ini mengangkat tema “Memori, Stres, dan Hippocampus: Perspektif Neurosains untuk Dunia Akademik” dan bertujuan memperkaya pemahaman sivitas akademika mengenai perkembangan ilmu neurosains dalam kajian biomedis. Kuliah umum tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 28 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, Prof. Dwi Cahyani menjelaskan bahwa hippocampus merupakan salah satu struktur penting dalam otak yang memiliki peran sentral dalam proses pembentukan memori dan pengaturan respons terhadap stres. Struktur ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan informasi yang berkaitan dengan ingatan, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan berbagai proses biologis yang memengaruhi kondisi psikologis dan kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, pemahaman mengenai mekanisme kerja hippocampus menjadi sangat penting dalam pengembangan penelitian biomedis, khususnya yang berkaitan dengan gangguan neurologis dan kesehatan mental.
Pendekatan neurosains yang komprehensif, menurutnya, dapat menjadi fondasi bagi pengembangan penelitian yang berbasis bukti ilmiah. Integrasi antara kajian anatomi, fisiologi, dan biologi molekuler memberikan peluang bagi para peneliti untuk mengembangkan strategi baru dalam memahami mekanisme penyakit serta menemukan pendekatan terapi yang lebih efektif. Kuliah umum ini sekaligus memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dan peneliti untuk memperluas wawasan mereka dalam bidang ilmu saraf yang terus berkembang pesat.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan sivitas akademika dari berbagai institusi. Interaksi ilmiah antara peserta dan narasumber mendorong diskusi yang konstruktif mengenai peluang penelitian lanjutan di bidang neurosains dan biomedis. Melalui forum seperti ini, diharapkan tercipta kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dalam mengembangkan riset yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera tercermin melalui penguatan literasi ilmiah mengenai kesehatan neurologis dan mental yang berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan kuliah umum yang memperkuat kapasitas akademik mahasiswa dan dosen melalui pembelajaran berbasis riset. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan adanya kolaborasi antar Lembaga pendidikan. (Kontributor: Ratih Yuniartha).



