Dosen FK-KMK UGM Berpartisipasi di Konferensi Endothelin di Amerika Serikat

FK-KMK UGM. Departemen Histologi dan Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), kembali menorehkan prestasi di kancah akademik internasional. Pada 21–24 September 2025, dr. Satrio Adi Wicaksono, salah satu dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel, berangkat ke Charleston, Amerika Serikat, untuk menghadiri Konferensi Internasional Endothelin ke-19 (ET-19), forum ilmiah dua tahunan yang mempertemukan peneliti dari bidang biomedis, kedokteran, dan farmakologi dari lebih sembilan negara.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Satrio mempresentasikan hasil penelitiannya pada sesi Endocrinology/Metabolism, dengan judul penelitian “Endothelin Signalling Orchestrates Telogen-to-Anagen Transition in Hair Follicle”. Penelitian ini menyingkap peran protein endothelin-2 dalam regenerasi folikel rambut pada model hewan coba, khususnya mekanisme transisi fase pertumbuhan rambut dari telogen ke anagen setelah mendapat rangsangan eksternal seperti bercukur. Penemuan ini memiliki potensi untuk memberikan pemahaman baru mengenai biologi regeneratif serta pengembangan terapi dermatologis dan perawatan rambut.

Saat ini, dr. Satrio sedang menempuh studi doktoral (S3) di Kobe University, Jepang, di bawah bimbingan Prof. Noriaki Emoto, M.D., Ph.D. dan Asst. Prof. dr. Gusty Rizky Teguh Ryanto, Ph.D., dan dijadwalkan menyelesaikan studinya tahun ini. Keikutsertaannya dalam ET-19 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring riset internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi global.

“Bisa mempresentasikan hasil penelitian di forum sebesar ET-19 merupakan kesempatan yang sangat berharga. Saya berharap melalui pertemuan ini terjalin kolaborasi penelitian yang lebih luas, yang nantinya dapat mendukung pengembangan ilmu biomedis di Indonesia,” ujar dr. Satrio. Partisipasi aktif dosen muda Indonesia dalam konferensi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin yang berdampak positif bagi pengembangan riset dan pendidikan di Departemen Histologi dan Biologi Sel.

Kehadiran UGM dalam konferensi internasional ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penelitian biomedis yang relevan untuk peningkatan kesehatan manusia; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan peningkatan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa melalui pengalaman internasional; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, lewat perluasan jejaring dan kolaborasi penelitian di tingkat global. (Kontributor: Satrio Adi Wicaksono).