FK-KMK UGM. Departemen Histologi dan Biologi Sel turut berpartisipasi dalam International Federation of Associations of Anatomists (IFAA) Congress 2026 untuk mempresentasikan hasil penelitian serta memperluas jejaring akademik di bidang anatomi dan histologi. Kongres internasional tersebut berlangsung pada 13–16 Agustus 2026 di Melbourne, Australia, dan mempertemukan ahli anatomi, peneliti, pendidik, serta organisasi profesi dari berbagai negara.
IFAA Congress menjadi salah satu forum internasional yang membahas perkembangan ilmu anatomi dan bidang terkait. Berbagai topik dibahas dalam kongres, mulai dari pendidikan anatomi, penelitian, teknologi pencitraan, ilmu sel dan jaringan, neuroscience, hingga perkembangan bidang ilmu anatomi lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Rina Susilowati, Ph.D., dari Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM berkesempatan mempresentasikan penelitian berjudul “Design-Based Stereology for Quantifying Myenteric Neurons in the Rat Colon”. Penelitian tersebut dipresentasikan dalam simposium bertajuk “Stereology: A Powerful Tool to Quantify Cellular Populations in Anatomical Research” bersama tiga pembicara lainnya.
Presentasi tersebut membahas penerapan stereologi berbasis desain untuk memperkirakan jumlah neuron pada plexus myentericus kolon tikus secara kuantitatif dan sistematis. Pendekatan stereologi digunakan untuk memperoleh estimasi populasi sel dengan metode yang terstruktur, sehingga dapat membantu peneliti dalam mengukur perubahan maupun karakteristik struktur jaringan secara lebih kuantitatif.
Penelitian yang dilakukan di Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM tersebut menerapkan vertical uniform random sampling (VURS) dan physical disector. Analisis juga dilakukan dengan bantuan perangkat lunak sumber terbuka seperti FIJI. Penggunaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penelitian stereologi dapat dikembangkan dengan memanfaatkan perangkat yang relatif mudah diakses, tanpa selalu bergantung pada sistem stereologi khusus yang membutuhkan biaya tinggi.
Metode stereologi memiliki peran penting dalam penelitian histologi karena memungkinkan pengukuran populasi sel dan struktur jaringan secara kuantitatif. Melalui pendekatan yang tepat, peneliti dapat memperoleh estimasi yang lebih sistematis terhadap objek penelitian. Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam presentasi dr. Rina Susilowati di forum IFAA Congress 2026.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas akademik dalam pendidikan serta penelitian anatomi. Kegiatan ini mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui perluasan jejaring dan peluang kolaborasi penelitian dengan komunitas anatomi internasional. (Kontributor: Rina Susilowati).




