Bagian Bedah PTK Yogyakarta pertama kali berdiri pada tahun 1949 di Kompleks Mangkubumen. Gagasan pertama mendirikan Bagian Bedah ini berasal dari Prof. dr. Moch Salim dan Prof. Dr. M. Sardjito dengan kegiatan poliklinik, namun pelayanan Bedah bidang Orthopedi tetap di Surakarta dipimpin oleh dr. Soeharso SpB. Pada tahun 1950 dimulai kegiatan pendidikan bedah oleh Prof. dr. Moch. Salim dengan 2 orang peserta didik (residen) yaitu dr. RH. Sentral & dr. Soewito (yang kemudian mendapat brevet pada tahun 1957).
Saat ini Departemen ilmu bedah memiliki 8 subdivisi yaitu divisi bedah onkologi, divisi bedah digestif, divisi bedah plastik, divisi urologi, divisi ortopedi, divisi bedah anak, divisi bedah thoraks kardiovaskuler dan divisi bedah syaraf. Dalam penegembangan pendidikan, departemen ilmu bedah memiliki program studi baik Sp1 dan Sp2. Untuk Program studi Sp1 terdiri dari Prodi Bedah Umum, Prodi urologi, Prodi Orthopedi, Prodi Bedah Syaraf dan Prodi Bedah Anak, sedangkan program studi Sp2 terdiri dari Prodi bedah digestif dan prodi bedah onkologi.
Sejarah Departemen
Sejarah Departemen Ilmu Bedah dan Pendidikan Spesialis Bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tidak terlepas dari sejarah pendirian dan perkembangan Fakultas Kedokteran UGM serta Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada yang pada perkembangannya bermetamorfosis menjadi RSUP Dr. Sardjito.
Bagian Bedah PTK Yogyakarta pertama kali berdiri pada tahun 1949 di Kompleks Mangkubumen. Gagasan pertama mendirikan Bagian Bedah ini berasal dari Prof. dr. Moch Salim dan Prof. Dr. M. Sardjito dengan kegiatan poliklinik, namun pelayanan Bedah bidang Orthopedi tetap di Surakarta dipimpin oleh dr. Soeharso SpB. Pada tahun 1950 dimulai kegiatan pendidikan bedah oleh Prof. dr. Moch. Salim dengan 2 orang peserta didik (residen) yaitu dr. RH. Sentral & dr. Soewito (yang kemudian mendapat brevet pada tahun 1957). Pada tahun 1955 dibuka pertama kali bangsal perawatan bedah di bekas kandang kuda di kompleks Mangkubumen, sedangkan kegiatan polikliniknya dilaksanakan di pintu gerbang kompleks Mangkubumen. Pelayanan rawat inap bagian bedah pada saat itu menjadi satu dengan bangsal dengan bangsal Obstetri dan Gynekologi dengan kapasitas 20 tempat tidur, dengan bed occupation ratio (BOR) mencapai 20%. Pada saat itu Bagian Bedah diampu oleh 3 orang dokter bedah yaitu Prof. dr. Moch.Salim sebagai dokter ahli bedah sekaligus sebagai kepala bagian dan 2 orang residen bedah dr. R.H. Sentral dan dr. Soewito, dibantu oleh 50 orang tenaga paramedis. Peralatannya masih sederhana tetapi masih mencukupi untuk operasi rutin dan beberapa operasi spesialistik, hasil sumbangan Prof. dr. Moch Salim.
PERIODE TAHUN 1959 – 1982
Pada tahun 1959 Bagian Bedah pindah ke RS Pudyo Waluyo di Mangkuwilayan bersama dengan Bagian THT dan Kulit Kelamin. Sebagai Kepala Bagian ditunjuk dr. R.H. Sentral menggantikan Prof. Dr. Moch Salim. Tetapi dr. R.H. Sentral tidak lama memimpin Bagian Bedah karena sebulan setelah pengangkatan, beliau meninggal dunia. Kemudian sebagai pengganti, ditunjuk dr. Soewito, tetapi dr. Soewito juga tidak lama memimpin Bagian Bedah karena beberapa bulan setelah pelantikan, beliau juga meninggal dunia. Setelah itu, Bagian Bedah tidak mempunyai ahli bedah. Untuk mengisi pelayanan bedah di Yogyakarta Prof. Dr. Djamaludin di Jakarta mengirim Prof. Munadjat mengisi kekosongan spesialis bedah sampai tahun 1960, setelah kedatangan Prof. dr. Ramlan Mochtar dari Manado.
Pada Masa kepemimpinannya Dr. Ramelan Mochtar Sp.B menelpon dr. Soeharso SpB, SpBO untuk datang ke Jogjakarta memberikan kuliah Ilmu Bedah Orthopaedi setiap hari Kamis di RS Mangkuwilayan. Melihat kasus-kasus orthopaedi cukup banyak di RS. Mangkuwilayan maka dr. Soeharso SpB, SpBO pada tahun 1964 mengirim asistenya dr. Soeprandjono memberikan pelayanan Ilmu Bedah Orthopaedi setiap hari Sabtu di RS tersebut. Bersamaan waktu itu juga beliau mengirim ahli Fisioterapi Soeprapti ke Inggris untuk selanjutnya memberikan pelayanan rehabilitasi untuk Sub-bagian Bedah Orthopaedi Ilmu Bedah FK UGM di RS.
Pada tahun 1966 dr. Ramelan Mochtar SpB diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Bedah FK UGM dan pada November 1966 menjadi dekan FK-UGM. Pada tahun 1968 Prof Ramelan Mochtar mengusulkan pengangkatan dr. Soeharso SpB, SpBO menjadi Guru Besar Bedah Orthopaedic FK-UGM ke senat Universitas Gadjah Mada, inilah sejarah batu pijakan terbentuknya Program Studi Bedah Orthopaedic di FK UGM di kemudian hari.
Prof. Ramlan Mochtar menjadi Kepala Bagian selama 14 tahun sampai tahun 1974. Pada periode ini Prof. dr, Ramlan Mochtar juga mengemban tugas sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada periode tahun 1967 -1969. Pada tahun tersebut, beliau pergi ke luar negeri untuk memperdalam ilmunya sampai tahun 1976. Selama Prof. dr. Ramlan Mochtar ke luar negeri, Kepala Bagian Bedah sementara dipegang oleh dr. R Soedibjo Prodjopoewoko. Setelah Prof. dr. Ramlan Mochtar kembali, beliau menjabat Kepala Bagian kembali sampai tahun 1979. Sebagai penggantinya, ditunjuk dr. R. Soedibjo Prodjopoerwoko yang menjadi Kepala Bagian Bedah pada tahun 1979-1982. Pada tahun 1982, Prof. dr. Ramlan Mochtar meninggal dunia.
Kegiatan Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UGM di bidang pendidikan pada periode ini adalah mendidik calon dokter (koasisten), dan pada tahap selanjutnya juga mendidik dokter Ahli Bedah yang kemudian berganti nama menjadi pendidikan Spesialis Bedah (Bedah Umum). Pada periode Prof. Ramelan Mochtar untuk ujian akhir residen bedah menjadi ahli bedah, dewan penguji terdiri dari :
- Dr. Ramelan Mochtar
- Paulus Kasmolo, Sp.B dari RS Bethesda
- Wardoyo, Sp.B dari RS Bethesda
- Brigjen Dr. Sadjiman, Sp.B dari RS DKT Magelang
Untuk pengembangan pelayanan dan pendidikan, Bagian Bedah mengirimkan beberapa stafnya mengikuti pendidikan di bidang subspesialis bedah. Dokter Sungsang Rochadi, yang semula sebagai dosen Biokimia saat masuk pendidikan bedah umum (1973), mempunyai minat dibidang urologi dan menyelesaikan pendidikan bedah 1978. Tahun berikutnya April 1979 mendapat kesempatan pendidikan urologi di Urologische Abteilung Klinikum Steglitz, Freid Universität, Berlin Barat di bawah bimbingan Prof. Willem Brosig, Prof. Alpay Kelami dan Prof. Ulrich Fiedler, sampai akhir tahun 1980. Sesampai di Indonesia meneruskan pendidikan di Universitas Indonesia (RSCM) April 1982 dan selesai April 1983.
Pada tahun 1976, dr. Armis yang semula Asisten Farmakologi pindah tugas sebagai Asisten Ilmu Bedah. Setelah menjalani tugas sebagai Asisten Ilmu Bedah selama 3 tahun. Prof. Armis mengikuti pendidikan training Ilmu Bedah Orthopedi di Garches – Universitas Sorborn dalam kurun waktu 1979 – 1981. Sepulang dari Prancis, dr. Armis menyelesaikan pendidikan sebagai Ahli bedah pada tahun 1981. Kemudian pada tahun 1982 – 1985, beliau mengikuti pendidikan Bedah Orthopedi di Fakultas Kedokteran – Universitas Indonesia (RSCM).
Dalam bidang Bedah saraf, Dr. P. Sudiharto dikirim ke Nejmegen, Belanda dalam kurun waktu 1977-1979. Beliaulah yang nantinya merintis pengembangan pelayanan dan pendidikan Spesialisasi Bedah Saraf di Bagian Bedah FK UGM.
Pada masa kepemimpinan dr. R. Soedibjo Prodjopoerwoko, Bagian Bedah juga berperan dalam membidani cikal bakal terbentuknya Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. Dokter Ismail Sujud merupakan dokter anestesi pertama yang melakukan pelayanan anestesi pada tahun 1975. Dalam perkembangannya pada tahun 1979 disusul oleh dr Bambang Suryono dan dr Pandit Sarosa. Proses pendirian Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif tidaklah terlepas dari perkembangan Bagian Bedah. Unit Anestesiologi di RS Mangkuwilayan adalah tempat awal persiapan untuk laboratorium Anestesiologi FK UGM. Sebelum tahun 1982 Anestesiologi masih merupakan unit Bagian Bedah FK UGM. Di dalam pendidikan dokter (S1) kuliah Anestesi untuk mahasiswa masih bersama-sama dengan ilmu bedah, artinya mengambil waktu dari jam kuliah ilmu bedah, namun persiapan untuk menjadi Bagian/unit tersendiri sudah mulai dirintis oleh :
- dr Ismail Sujud, SpAn
- dr Bambang Soeryono, SpAn
- dr Pandit Sarosa SpAn
- dr Muhdar Abubakar SpAn
Pada saat itu dr Soedibjo Prodjopoerwoko SpBP sebagai Kepala Bagian Bedah, sangat mendorong serta mendukung proses terbentuknya Laboratorium Anestesiologi FK UGM.
Pada tahun 1980 Laboratorium Anestesi FK UGM sudah ikut dalam lokakarya pendidikan S1 dan pada tahun 1981 proses pembentukan Bagian Anestesiologi FK UGM berjalan terus dengan keikutsertaanya dalam menyusun kurikulum inti Fakultas Kedokteran (KIPDI). Sementara itu proses pembentukan Laboratorium Anestesiologi FK UGM terus berjalan dan 1982 acara resmi FK UGM telah berdiri Laboratorium Anestesiologi dan perawatan intensif (sekarang bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif) Kepala Bagian Anestesiologi yang pertama dijabat dr Muhdar Abubakar SpAn.
PERIODE TAHUN 1982 – 1987
Pada tahun 1982 Bagian Bedah pindah dari RS Pudyo Waluyo Mangkuwilayan dan bergabung menjadi satu dengan bagian-bagian lain di RSUP Dr. Sardjito di Jalan Kesehatan No. 1 Yogyakarta. Perpindahan berlangsung dalam beberapa minggu sebelum RSUP Dr. Sardjito diresmikan oleh Presiden. Bagian Bedah menempati lokasi di Gedung Bedah Sentral yang berlantai dua. Lantai pertama digunakan untuk kamar operasi dan lantai kedua untuk ruang administrasi. Kamar operasi masih menggunakan ruangan yang tergabung dengan beberapa unit lainnya seperti Unit Gawat Darurat (UGD) dan Intensive Care Unit (ICU).
Pada perkembangannya, sampai tahun 1982, dibentuk 8 sub Bagian Bedah yang meliputi Bedah Plastik (dipimpin oleh dr. R. Soedibjo P), Bedah Anak (dipimpin oleh Dr. dr. Moedito Mardjikoen), Urologi (dipimpin oleh dr. H.M. Baried I), Bedah Digestif (dipimpin oleh dr. H. Djoefri), Bedah Onkologi (dipimpin oleh dr. M. Soegijanto), Orthopedi (dipimpin oleh dr. Suprandjono), dan Bedah Saraf (dipimpin oleh dr. P. Sudiharto), Bedah Thoraks karena pada saat itu UGM belum punya ahli Bedah Toraks, maka Prof. Dr. Med. Puruhito menjadi Dosen terbang dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya .
Selama periode ini Bagian Bedah dipimpin oleh dr. Soedibjo Prodjopoerwoko, Sp.BP (1979-1987), Dokter Kendarto Darmokusumo, Sp.B juga mengemban tugas sebagai Pembantu Dekan III selama 2 periode kepengurusan, yaitu periode tahun 1983 – 1988 & 1988 – 1991, dan dengan Ketua Program Studi dr. Sungsang Rochadi, Sp.B, Sp.U. Sampai dengan tahun 1987 Program Studi Ilmu Bedah telah meluluskan sebanyak 34 orang ahli bedah.
PERKEMBANGAN DEPARTEMEN ILMU BEDAH PERIODE 1987 – SEKARANG
Pada era setelah tahun 1985, perkembangan Bagian Bedah FK UGM / RS Dr.Sardjito menjadi bagian yang besar dengan beberapa ahli yang mempunyai keahlian khusus dan perkembangan sub Bagian menjadi cukup pesat.
- Sub-Bagian Bedah Plastik diampu oleh dr. R. Soedibjo Prodjopoerwoko, Sp. BP dan dr. Bayu Nugraha, SpB., SpBP.
- Sub-Bagian Urologi mempunyai 3 ahli urologi yaitu dr. H.M. Barid Ishom., Sp.B; dr. Sungsang Rohadi, SpB., Sp.U; dan Prof. dr. Prawito Singodimejo, SpB., Sp.U.
- Sub-Bagian Orthopedi dimpu oleh dr. Suprandjono, Sp.BO dan Prof. dr. Armis, SpB., SpBO.
- Sub-Bagian Bedah Anak diampu oleh Dr. dr. Moedito Mardjikoen, Sp.B dan dr. Roesman Soewarno, DSBA.
- Sub Bagian Bedah Saraf pada tahun 1985 baru mempunyai 1 ahli yaitu Dr. dr. P. Sudiharto, Sp.BS yang pada tahun 1980 menemukan alat untuk terapi pembedahan pada hidrosefalus bayi dan anak dengan sistem katup semiluner yang dibernama Ventrikulo Peritoneal Shunt (VP-Shunt) yang sudah dipatenkan pada tahun 2009.
- Dari sub Bagian Bedah Onkologi terdapat 1 ahli yaitu dr. M. Soegijanto, Sp.B(K)Onk;
- Serta sub Bagian Bedah Thoraks Vaskuler diampu oleh Prof. Dr. dr. Puruhito dan dr. M. Soegiyanto.
- Sub Bagian Bedah Digestif mempunyai beberapa pengampu, yaitu: dr. H. Djoefri, Sp.B; dr. Sutarjo Tj, Sp.B; dr. Kendarto, SpB; , dan Juudi, Sp.B.
Tahun1987 sampai dengan 1993 Bagian Ilmu Bedah dipimpin oleh dr. M Soegijanto, Sp.B(K)Onk, dengan Program Studi masih dipimpin oleh dr. Sungsang Rochadi, Sp.B, Sp.U yang menjabat sampai dengan tahun 1995. Sampai dengan tahun 1995 Program studi menambah lulusannya sebanyak 43 orang.
Setelah menjabat sebagai Pembantu Dekan III selama 2 periode kepengurusan, yaitu periode tahun 1983 – 1988 & 1988 – 1991, tahun 1993 dr. Kendarto Darmokusumo, Sp.B menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Bedah sampai dengan tahun 1996 dan tahun 1996 – 1999 Kepala Bagian Ilmu Bedah dijabat oleh Prof. dr. Prawito Singodimedjo, Sp.B, Sp.U. Sebagai Ketua Program Studi Ilmu Bedah adalah dr. M Soegijanto, Sp.B(K)Onk yang menjabat dari tahuh 1995 sampai dengan tahun 1999. Sampai dengan periode ini jumlah lulusan Program Studi Ilmu Bedah berjumlah 108 ahli bedah.
Pada tahun 1999 jabatan Kepala Bagian Ilmu Bedah dipegang oleh Prof. dr. Marijata, Sp.B-KBD selama 2 periode yang berakhir pada tahun 2005 beliau didampingi oleh dr. Sunoko, Sp.B, Sp.BTKV yang menjabat sebagai Sekretaris Bagian Ilmu Bedah. Pada tahun itu pula Prof. dr. Prawito Singodimedjo, Sp.B, Sp.U menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Bedah sampai dengan tahun 2005 dan Sekretaris Program Studi dijabat oleh Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, Sp.B, Sp.BP-RE(K). Sampai dengan tahun 2005 lulusan Program Studi Ilmu Bedah bertambah menjadi 157 ahli bedah.
Tahun 2005 sampai dengan tahun 2013 Bagian Ilmu Bedah dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk yang menjabat sebagai Kepala Bagian dan didampingi Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, Sp.B, Sp.BP-RE(K) sebagai Sekretaris Bagian Ilmu Bedah. Sementara itu Program Studi Ilmu Bedah tahun 2006 dipimpin oleh Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV yang didampingi oleh Dr. dr. Akhmad Makhmudi, Sp.B-KBA sampai dengan tahun 2009. Pada periode kedua kepemimpinannya di Program studi Ilmu Bedah, Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV didampingi oleh dr. M Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE(K) sebagai Sekretaris Program Studi sampai dengan tahun 2013. Selama periode 2006 – 2013 Program Studi Ilmu Bedah meluluskan sebanyak 109 ahli bedah sehingga total lulusan sampai dengan tahun 2013 sebanyak 268 orang.
Pada kurun waktu 2005 – 2013 kepemimpinan Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk, tepatnya mulai tahun 2006 selain Program Studi Ilmu Bedah, Bagian Ilmu Bedah mulai membuka Program Studi Spesialis 1 yaitu Orthopaedi dan Bedah Anak. Pada tahun 2009 juga telah dimulai pembukaan Program Studi Urologi. Pada tahun selanjutnya, program Studi Bedah Saraf mulai dibuka pada tahun 2012. Untuk Program Studi Spesialis 2, Pendidikan Konsultan Bedah Digestif dimulai tahun 2009 dan Konsultan Bedah Onkologi pada tahun 2016.
Pada tahun 2013, Prof Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk terpilih sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada untuk 2013 – 2017. Sehingga sisa masa Jabatan Kepala Bagian Ilmu Bedah dilanjutkan oleh Sekretaris Bagian pada saat itu Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, Sp.B, Sp.BP-RE(K) sebagai Pelaksana Tugas. Tahun 2014 Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, Sp.B, Sp.BP-RE(K) terpilih lagi sebagai Kepala Bagian periode 2014 – 2017 dengan Sekretaris Bagian dijabat oleh dr. Untung Tranggono, M.Sc, PA(K), Sp.B, Sp.U. pada periode ini Ketua Program Studi Ilmu Bedah dijabat oleh dr. M Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE(K) yang didamping dr. Nurcahya Setyawan, Sp.B-KBD sebagai Sekretaris Bagian. Namun karena ada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja dari UGM maka tahun 2016 jabatan Kepala Bagian diganti menjadi Ketua Departemen yang otomatis nama Bagian Ilmu Bedah berganti menjadi Departemen Ilmu Bedah sekaligus pejabatnya pun diganti. Pada periode ini dr. M Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE(K) terpilih sebagai Ketua Departemen Ilmu Bedah dengan Sekretaris Departemen dijabat oleh dr. Haryo Aribowo, Sp.B, Sp.BTKV. Karena perubahan SOTK tersebut maka kepemimpinan pada Program Studi Ilmu Bedah pun berganti. Ketua Program Studi berubah menjadi Pimpinan Program Studi Ilmu Bedah yang dijabat oleh dr. Imam Sofii, Sp.B-KBD dan Sekretaris Program Studi tetap dijabat oleh dr. Nurcahya Setyawan, Sp.B-KBD. Sampai dengan April 2016, Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran UGM telah meluluskan 308 ahli bedah.
Pada tahun 2013, Prof Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk terpilih sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada untuk 2013 – 2017. Dalam kepengurusan dekanat pada periode yang sama, dr. Endro Basuki, Sp.BS(K), M.Kes diangkat untuk menjabat Asisten Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat dan Kerjasama.
Pada tahun 2016 ini, selain mengembangkan pendidikan Sub-Spesialis Bedah Onkologi yang diampu oleh Divisi Bedah Onkologi, Departemen Bedah juga mendapat tugas dari Fakultas Kedokteran UGM untuk membina Divisi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) FK UGM – RSUP Dr Sardjito yang direncanakan akan dipimpin oleh dr. Pujiatun, Sp.KFR. Kedepannya Divisi KFR akan menjadi pengampu pengembangan Program Pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang telah dirintis untuk diasuh oleh Departemen Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FK UI – RS Dr. Cipto Mangunkusumo.
Departemen Ilmu Bedah juga banyak ikut berperan serta dalam penanggulangan korban bencana antara lain :
- Keterlibatan Departemen Ilmu Bedah FK UGM dalam penanggulangan korban bencana Gunung Merapi pada tahun 1994 yang dikoordinir oleh dr. Bayu Nugraha, Sp.B.
- Bencana gempa dan tsunami di Aceh tahhun 2004, Departemen Bedah juga turut serta dalam penanganan korban bencana yang dimotori oleh dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD.
- Bencana gempa di Yogyakarta tahun 2006 Departemen Bedah juga berperan serta dalam penanganan korban, dibawah komando Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K).
Departemen Ilmu Bedah FK UGM juga terlibat dalam penanganan korban bencana gunung Merapi tahun 2010 dibawah koordinasi dr. Agus Barmawi, Sp.B-KBD.
Keunggulan Departemen
1.Operasi Cangkok ginjal (mulai tahun 1992)
Tahun 1992 kasus perdana cangkok ginjal dilakukan di Yogyakarta dibimbing oleh Tim Cangkok Ginjal FK UI/ RSCM Prof. Dr. dr. Sidabutar dengan tim FK-KMK UGM dan RSUP DR Sardjito yang terdiri dari : Prof. dr. Prawito Singodimedjo, Sp.B, Sp.U; dr. Sungsang Rochadi, Sp.B, Sp.U; dr. Danarto, Sp.B, Sp.U; dr. Trisula Utomo, Sp.U; dr. Untung Tranggono, MS, PA(K), Sp.B, Sp.U; dr. Indrawarman, Sp.U; dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U; dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U
Sampai bulan Juli 2020 sudah 72 kasus cangkok ginjal telah dilakukan di Yogyakarta. Sejak 26 febuari 2019 teknik cangkok ginjal semakin berkembang dengan di lakukannya pengangkatan ginjal dari donor dengan teknik laparoskopi , Dan Jogjakarta menjadi pionir penggunaan Teknik NOSE (Natural orifice specimen extraction )pada cangkok ginjal di Indonesia.
2. Operasi Jantung (mulai tahun 1995) dengan tim Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV(K) dan dr. Haryo Aribowo, Sp.B, Sp.BTKV(K)
3. Liver Transplantation (mulai tahun 2015 bekerjasama dengan Kyoto University Hospital) oleh tim Divisi Bedah Digestif dan Divisi Bedah Anak
4. Drylab Laparaskopi Departemen Ilmu Bedah
5. Inovasi dalam bidang Orthopaedi dan Taumatologi yang diakui tingkat nasional, antara lain adalah Vaccum Assisted Closure (VAC), Bone Graft dan TR Plate.
6. Penanganan kasus luka bakar saat bencana merapi tahun 2010 serta pelayanan terpadu kasus luka bakar dan telah memiliki Burn Unit sebagai pusat rujukan kasus luka bakar.
7. Layanan unggulan dibidang minimal invasive, transplantasi organ, Operasi pada obesitas atau kegemukan, dan terlibat dalam pelayanan kanker terpadu terkhusus kanker saluran cerna.
8. Layanan unggulan minimal invasif pada kasus spine, manajemen komprehensif tumor otak, dan hybrid neurovascular case.
9. Pelayanan komprehensif untuk penatalaksanaan kanker melalui pembedahan, maupun penatalaksanaan multimodalitas dengan kemoterapi, hormonal terapi, terapi target, terapi imunologi, radioterapi dan rehabilitasi medik melalui kerja sama dengan departemen lain. Inovasi untuk layanan dengan penerapan minimal invasive surgery, onkoplasti, dan penerapan metode mutakhir untuk penatalaksanaan kanker terus dilakukan untuk meningkatkan outcome, mengoptimalkan fungsioning, body image, dan kualitas hidup pasien
Struktur Departemen
Ketua Departemen : dr. Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE
Sekretaris Departemen : dr. Gunadi, Ph.D, Sp.BA
Divisi
Divisi Bedah Digestif
- dr Hendro Wartatmo SpB.KBD – Bedah digestif, LaparoscopicMinimal invasif
- Prof. dr. Marijata SpB.KBD – Bedah digestif, Anatomy
- dr. Agus Barmawi SpB. KBD – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal, Liver transplantasi
- dr. Imam Sofii SpB KBD – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasive, Liver transplantasi
- dr. Nurcahyo Seyawan SpB KBD – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasive, Liver transplantasi
- DR.dr. Adeodatus Yuda Handaya SpB.KBD – Bedah digestif,Laparoscopi Minimal invasive, Liver transplantasi
- dr. Wahid fauzi, SpB KBD (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro) – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasif
- dr. Agung Widianto SpB.KBD (RSA UGM) – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasif
- dr. Agung Maryanto SpB KBD (RSAU Hardjolukito) – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasif
Divisi Bedah Onkologi
- Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, SpB(K)Onk – Bedah onkologi, molecular cancer pathology
- dr. Kunta Setiaji, SpB(K)Onk – Bedah onkologi, kemoterapi, hormonal terapi, terapi target
- dr. Herjuna Hardiyanto, SpB(K)Onk – Bedah onkologi, kemoterapi, hormonal terapi, terapi target
- dr. Suwardjo, SpB(K)Onk – Bedah onkologi, kemoterapi, hormonal terapi, terapi target
- Dr. dr. R. Artanto Wahyono, SpB – Bedah onkologi, kemoterapi, hormonal terapi, terapi target
- dr. Sumadi Lukman Anwar, MSc, PhD, SpB – Molecular oncology, cancer epidemiology, clinical oncology
- Dr.rer.nat. dr. Dyah Laksmi Dewi – Molecular oncology, cancer epidemiology
Divisi Bedah Thoraks dan Kardiovaskuler
- Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV(K) – Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular
- Haryo Aribowo, Sp.B, Sp.BTKV(K) – Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular
- dr. Yunanto Kurnia, Sp.BTKV – Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular
Divisi Bedah Plastik
- Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, SpB, SpBP-RE(K) – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
- dr. M. Rosadi Seswandhana, SpB, SpBP-RE(K) – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
- dr. Siti Isya Wahdini, SpBP-RE – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
- dr. Nurardhilah Vityadewi, SpBP-RE – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
- dr. Rianto Noviady Ramli, SpB, SpBP-RE – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
- dr. Bayu Suhartadi, SpBP-RE – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik (RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten)
Divisi Orthopedi
- Prof. dr. Armis, Sp.B, Sp.OT (K) – Trauma
- Dr. dr. Rahadyan Magetsari, Sp.OT (K) – Oncology Orthopaedic
- dr. Tedjo Rukmoyo, Sp.OT(K) – Spine
- dr. Sugeng Yuwana, Sp.OT(K) – Adult Reconstruction
- dr. Meirizal, Sp.OT(K) – Hand and Microsurgery
- dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT(K) – Spine
- dr. Luthfi Hidayat, Sp.OT(K) – Adult Reconstruction
- dr. Hilmi Muhammad, Sp.OT – General Orthopaedic and Traumatology
- dr. Yuni Artha Prabowo P., Sp.OT – General Orthopaedic and Traumatology
- dr. Aditya Fuad Robby T, Sp.OT – General Orthopaedic and Traumatology
Divisi Urologi
- Dr. dr. HR. Danarto, Sp.B, Sp.U(K) – Oncology
- Dr. Trisula Utomo, Sp.U(K) – Pediatric
- dr. Untung Tranggono, MS,PA(K), Sp.B,Sp.U – General Urology
- dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U – Kidney Transplantation
- dr. Indrawarman, Sp.U (K) – Oncology
- dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U – Oncology
- dr. Sakti R Brodjonegoro, Sp.U – General Urology
- dr. Prahara Yuri, Sp.U – Pediatric
Divisi Bedah Anak
- Dr.dr. Akhmad Makhmudi, Sp.B., Sp.BA (K) – molecular genetics and developmental biology, congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
- dr. Nunik Agustriani, Sp.B., Sp.BA (K) – congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
- dr. Andi Dwihantoro, Sp.B., Sp.BA (K) – congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
- dr. Yulius Candra Adipurwadi, Sp.BA (K) – congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
- dr. Gunadi, PhD., Sp.BA – molecular genetics and developmental biology, congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
- dr. Eko Purnomo, PhD., Sp.BA – molecular genetics and developmental biology, congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
- dr. Guntur Surya Alam, Sp.B., Sp.BA. – congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
- dr. Edy Daryanto, Sp.B., Sp.BA., M.H.Kes – dr. Edy Daryanto, Sp.B., Sp.BA., M.H.Kes
Divisi Bedah Saraf
- Dr. dr. P. Sudiharto, Sp.BS(K) – Pediatrik dan neurotrauma
- dr. Wiryawan Manusubroto, Sp.B,Sp.BS(K) – Spine dan Fungsional (Pain management pada kasus spine)
- dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS(K) – Pediatrik dan Neurotrauma
- dr. Rachmat Andi Hartanto, Sp.BS(K) – Onkologi dan Fungsional (Nyeri trigeminal dan hemifacial spasm)
- dr. Adiguno Suryo Wicaksono, Sp.BS, M.Sc – Vaskular
Kontak Departemen
Departemen Ilmu Bedah FK-KMK UGM
RSUP Dr. Sardjito Jln. Kesehatan No. 01 Yogyakarta, 55284
Phone : +62 274 581 333
Fax : + 62 274 581 333
Email : bedahumum_ugm@yahoo.co.id