FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi menyelenggarakan edukasi kesehatan masyarakat melalui siaran radio bertema “Kusta Masih Ada di Sekitar Kita. Ayo Kenali, Obati, dan Hentikan Stigma!”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, melalui siaran langsung Radio Star Jogja 101.3 FM dengan menghadirkan dr. Dyahlokita Swastyastu, M.Med.Sc., Sp.D.V.E. sebagai narasumber untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kusta, pengobatannya, serta pentingnya menghapus stigma terhadap orang yang terdampak.
dr. Dyahlokita membahas sejumlah aspek penting tentang kusta, mulai dari penyebab, tanda dan gejala awal, hingga pentingnya deteksi serta pengobatan sedini mungkin. Penyampaian informasi melalui radio menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan penjelasan medis yang mudah dipahami. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan dapat mengenali gejala yang perlu diperiksakan dan mengetahui pentingnya memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan.
Selain membahas aspek kesehatan, siaran ini menyoroti stigma dan diskriminasi yang masih dihadapi penyandang maupun penyintas kusta. Kesalahpahaman mengenai penyakit tersebut dapat memicu ketakutan, pengucilan, dan perlakuan tidak adil. Padahal, orang yang terdampak kusta tetap memiliki hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan, beraktivitas, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat tanpa diskriminasi.
Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diajak untuk melihat kusta berdasarkan informasi medis yang benar, bukan prasangka. Mengenali penyakit ini, mendukung orang yang sedang menjalani pengobatan, serta menghindari tindakan diskriminatif merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif. Penyebaran informasi yang akurat juga dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan secara lebih bijak.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pengetahuan mengenai pengenalan dan penanganan kusta. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya mengurangi stigma dan diskriminasi, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan media dalam menyebarkan informasi kesehatan. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).




