FK-KMK UGM. Departemen Anatomi berkontribusi dalam kegiatan Urology Basic Operative Skills dengan menghadirkan dr. Nur Arfian, Ph.D. sebagai narasumber untuk memberikan pembelajaran mengenai aspek anatomi yang mendukung keterampilan dasar tindakan operatif urologi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi tenaga medis melalui pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan anatomi dengan keterampilan klinis.
Dalam tindakan operatif, pemahaman terhadap anatomi menjadi salah satu fondasi penting. Pengetahuan mengenai struktur tubuh, posisi organ, serta hubungan antarstruktur membantu tenaga medis mengenali area anatomis secara tepat sebelum maupun selama melakukan tindakan. Pemahaman tersebut juga berkaitan dengan aspek keselamatan pasien karena ketepatan dalam mengenali struktur anatomi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan prosedur operatif.
Melalui kegiatan Urology Basic Operative Skills, peserta memperoleh pembelajaran mengenai prinsip-prinsip dasar yang diperlukan dalam prosedur operatif di bidang urologi. Materi yang disampaikan oleh dr. Nur Arfian memberikan ruang bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan anatomi yang bersifat fundamental dengan kebutuhan dalam praktik klinis.
Integrasi antara ilmu dasar dan keterampilan klinis menjadi bagian penting dalam pendidikan kedokteran. Anatomi tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan mengenai struktur tubuh, tetapi juga menjadi dasar untuk memahami bagaimana suatu tindakan medis dilakukan secara tepat. Dalam konteks operatif urologi, kemampuan mengenali struktur dan hubungan anatomis dapat membantu peserta membangun pemahaman yang lebih baik terhadap prosedur yang dipelajari.
Kontribusi Departemen Anatomi dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran ilmu anatomi dalam mendukung pengembangan keterampilan klinis. Pembelajaran yang mempertemukan aspek keilmuan dengan penerapan praktis memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat relevansi pengetahuan dasar dalam pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghadapi prosedur operatif, khususnya pada bidang urologi. Pembelajaran berbasis keterampilan juga memberikan pengalaman yang lebih kontekstual karena peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara konseptual, tetapi dapat memahami bagaimana pengetahuan tersebut mendukung pelaksanaan tindakan medis.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan yang berkualitas. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan keterampilan profesional di bidang kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui kolaborasi dalam pengembangan pendidikan dan kompetensi tenaga kesehatan. (Kontributor: Yusuf Choirul).




