FK-KMK UGM. Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CEBU) FK-KMK UGM menyelenggarakan hari pertama Workshop Metodologi Penelitian Program Pendidikan Dokter Spesialis (Metopen PPDS) Gelombang II Tahun 2026 pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang U.2.5a, Gedung Tahir Sayap Utara Lantai 2 FK-KMK UGM ini diikuti oleh mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi residen dalam merancang, melaksanakan, menganalisis, hingga melaporkan penelitian klinis yang berkualitas.
Hari pertama workshop diawali dengan pembahasan mengenai research ethics, yang menitikberatkan pada prinsip-prinsip etika penelitian serta prosedur pengajuan ethical clearance dalam penelitian klinis. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya perlindungan hak subjek penelitian, kerahasiaan data, keselamatan partisipan, serta penerapan prinsip informed consent dalam setiap penelitian yang melibatkan manusia.
Materi berikutnya membahas clinical research question and finding the gap, yang mengajak peserta memahami cara merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas, spesifik, dan relevan berdasarkan kesenjangan pengetahuan (research gap) yang ditemukan dari literatur ilmiah. Kemampuan mengidentifikasi research gap menjadi langkah awal dalam menghasilkan penelitian yang memiliki kebaruan (novelty), kontribusi ilmiah, serta manfaat nyata bagi pengembangan pelayanan kesehatan.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai searching for medical literatures dan managing medical literatures using reference manager. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan strategi pencarian literatur ilmiah yang sistematis melalui berbagai basis data medis, sekaligus mempelajari teknik pengelolaan referensi menggunakan perangkat reference manager. Keterampilan tersebut sangat penting untuk mendukung penyusunan tinjauan pustaka, memperkuat argumentasi ilmiah, serta meningkatkan efisiensi dalam penulisan karya ilmiah.
Memasuki sesi siang, pembelajaran dilanjutkan dengan topik constructing theoretical and conceptual framework and hypothesis. Peserta dibimbing untuk memahami penyusunan kerangka teori, kerangka konseptual, serta hipotesis penelitian yang logis dan selaras dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, materi clinical research variables, types of data, and measurement concept memberikan pemahaman mengenai klasifikasi variabel penelitian, jenis data, serta konsep pengukuran yang menjadi dasar dalam menentukan metode analisis yang tepat.
Materi berikutnya mengangkat topik confounding and bias in clinical research. Pada sesi ini, peserta mempelajari berbagai bentuk kesalahan sistematis (bias) dan faktor perancu (confounding) yang dapat memengaruhi validitas hasil penelitian. Selain memahami jenis-jenis bias, peserta juga dibekali strategi untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan meminimalkan potensi kesalahan tersebut sejak tahap perencanaan penelitian sehingga kualitas bukti ilmiah yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai penutup hari pertama, peserta mengikuti sesi conducting clinical research: observational study yang membahas berbagai desain penelitian observasional beserta karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya. Materi ini memberikan gambaran mengenai penerapan studi observasional dalam menjawab berbagai pertanyaan penelitian di bidang kedokteran, mulai dari identifikasi faktor risiko penyakit hingga evaluasi luaran klinis pada populasi tertentu.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan kapasitas penelitian klinis yang menghasilkan bukti ilmiah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kompetensi mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis dalam metodologi penelitian dan penyusunan karya ilmiah yang berkualitas. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi akademik dalam pengembangan riset klinis yang mendukung kemajuan ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan berbasis bukti. (Kontributor: Grace Sandy Br Barus).




