Alumni FK-KMK UGM Kembangkan Layanan Intervensi Tiroid dan Klinik Kaki Diabetes di Pekanbaru

FK-KMK UGM. Alumni Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam FK-KMK UGM mengembangkan layanan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes (EMD) di Pekanbaru. dr. Saiful Anam, SpPD, Subsp. EMD (K) merupakan alumni Subspesialis EMD FK-KMK UGM yang menyelesaikan pendidikan pada 23 April 2025, dengan wahana pendidikan klinik di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Beliau sekarang mengembangkan inovasi meliputi pengembangan layanan intervensi tiroid minimal invasif serta pendirian klinik kaki diabetes guna meningkatkan kualitas penanganan penyakit metabolik dan endokrin.

Perjalanan akademik dr. Saiful Anam menjadi inspirasi tersendiri bagi dunia pendidikan kedokteran. Ia menempuh pendidikan Subspesialis Endokrinologi Metabolik dan Diabetes pada usia 50 tahun dan berhasil menyelesaikannya tepat waktu pada usia 52 tahun. Ketekunan dan semangat belajar sepanjang hayat yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat. Selama menempuh pendidikan di FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito, ia tidak hanya memperdalam pemahaman klinis terkait gangguan endokrin dan metabolik, tetapi juga mengembangkan keterampilan intervensi medis yang semakin dibutuhkan dalam praktik kedokteran modern.

Sebagai alumni Subspesialis EMD UGM, dr. Saiful Anam juga menyoroti pentingnya penguatan kurikulum melalui pelatihan ultrasonografi (USG) leher dan tiroid serta teknik Radiofrequency Ablation (RFA). Menurutnya, pelatihan tersebut sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus daya saing lulusan dalam praktik klinis. Ia menilai bahwa integrasi keterampilan intervensi tiroid dalam kurikulum pendidikan subspesialis menjadi nilai tambah penting karena belum banyak pusat pendidikan yang mengembangkan kompetensi tersebut secara optimal. Dengan keterampilan tersebut, dokter spesialis dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif dan inovatif bagi pasien dengan gangguan tiroid.

Saat ini, dr. Saiful Anam menjalankan praktik di Eka Hospital Pekanbaru dan RS Awal Bros A Yani Pekanbaru. Di kedua rumah sakit tersebut, ia turut merintis pengembangan Klinik Kaki Diabetes serta Thyroid Center sebagai bagian dari penguatan layanan endokrinologi yang lebih terintegrasi. Salah satu pencapaian penting yang berhasil diwujudkan adalah pelaksanaan tindakan Radiofrequency Ablation (RFA) perdana di Eka Hospital Pekanbaru serta tindakan percutaneous ethanol ablation pertama di RS Awal Bros A Yani Pekanbaru. Kedua tindakan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan layanan intervensi tiroid minimal invasif di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya, sehingga pasien dengan nodul tiroid dapat memperoleh alternatif terapi tanpa harus menjalani pembedahan konvensional.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti pelatihan RFA di RSJ Soerojo Magelang selama masa pendidikan subspesialis menjadi salah satu momentum penting dalam memperdalam keterampilan intervensi tiroid. Pelatihan tersebut dibimbing oleh dr. Harli Amir Mahmudji, SpPD, K-EMD, yang juga merupakan alumni Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam FK-KMK UGM. Melalui bimbingan intensif selama masa pendidikan di Yogyakarta serta pelatihan lanjutan tersebut, dr. Saiful Anam semakin memantapkan kompetensinya dalam melakukan tindakan RFA yang kini telah diterapkan dalam praktik klinis untuk meningkatkan mutu pelayanan pasien.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Saiful Anam juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para guru dan pembimbing yang telah mendukung proses pendidikannya di FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito, yaitu dr. R. Bowo Pramono, SpPD, K-EMD; dr. Hemi Sinorita, SpPD, K-EMD; (alm.) Dr. dr. M. Robikhul Ikhsan, M.Kes., SpPD, K-EMD; dr. Vina Yanti Susanti, MSc, PhD, SpPD, K-EMD; serta dr. Harli Amir Mahmudji, SpPD, K-EMD.

Dedikasi dr. Saiful Anam dalam mengembangkan layanan endokrinologi metabolik dan diabetes, khususnya dalam bidang intervensi tiroid serta penatalaksanaan kaki diabetes, menjadi contoh nyata kontribusi alumni FK-KMK UGM dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di berbagai daerah. Inovasi layanan yang ia kembangkan juga menunjukkan bagaimana kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Perjalanan dan dedikasi dr. Saiful Anam juga selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan bagi pasien, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengah pengembangan kompetensi medis serta kontribusi pendidikan kedokteran dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan berdaya saing, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara institusi pendidikan, rumah sakit, dan tenaga medis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Kontributor: Siwi Ratri Kurniasih).