Doktor Baru FK-KMK UGM Teliti Pengembangan EN-READY dalam Praktik Keperawatan Gawat Darurat

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluluskan mahasiswa Program Studi, Dr. Arista Maisyaroh, Ns., M.Kep., dengan predikat Cumlaude pada Selasa (22/9/2026). Dalam ujian terbuka di Auditorium Gedung Tahir Foundation Sayap Utara lantai 8 FK-KMK UGM, Arista memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Emergency Nurse Readiness Instrument (EN-READY) Sebagai Instrumen Kesiapan Diri dalam Praktik Keperawatan Gawat Darurat di Indonesia”.

Penelitian Arista berlatar pada praktik keperawatan gawat darurat yang menuntut kesiapan klinis, psikologis, adaptif, interpersonal, dan profesional. Instrumen readiness to practice umumnya dikembangkan untuk mahasiswa keperawatan atau perawat lulusan baru dan berfokus pada kesiapan memasuki praktik profesional. Instrumen yang tersedia terutama menilai kompetensi dan belum secara khusus mengukur kesiapan diri secara multidimensi.

Kesenjangan tersebut mendasari pengembangan Emergency Nurse Readiness Instrument (EN-READY), yaitu instrumen self-report untuk menilai kesiapan diri dalam praktik keperawatan gawat darurat secara multidimensi. Melalui penelitiannya, Arista berupaya untuk mengembangkan dan mengevaluasi EN-READY untuk menilai kesiapan diri dalam praktik keperawatan gawat darurat.

Pengembangan menghasilkan 196 butir awal dan 50 butir final dalam enam domain, antara lain Resiliensi Klinis di Lingkungan Bertekanan Tinggi; Self-Efficacy Keterampilan Klinis IGD, Caring dan Asuhan Komprehensif Berpusat pada Pasien dan Keluarga; Komunikasi Efektif dan Terapeutik; Kerja Sama Tim dan Pengembangan Profesional; Profesional, Legal, Etik, dan Jaminan Mutu. Dari penelitian tersebut, EN-READY menunjukkan bukti validitas struktural dan reliabilitas yang kuat untuk menilai kesiapan diri multidimensi dalam praktik keperawatan gawat darurat.

Arista menuturkan, penelitiannya mengenai EN-READY memiliki kontribusi secara teoretis dan praktis. Dalam kontribusi teoretis, EN-READY menjadi instrumen yang menilai persepsi multidimensi perawat agar dapat bekerja dan berperan secara profesional di lingkungan keperawatan gawat darurat di Indonesia. Aspek-aspek penilaian dalam instrumen ini meliputi psikologis adaptif, caring, keyakinan terhadap keterampilan klinis, kerja sama tim, komunikasi, perkembangan personal, profesionalisme, serta etik dan legal (legal ethics).

“Ke depannya, penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kajian-kajian persepsi multidimensi, khususnya yang berkaitan dengan aspek psikologis adaptif yang selama ini masih belum atau kurang dikaji dalam bidang keperawatan gawat darurat di Indonesia,” kata Arista.

Dari perspektif kontribusi praktis, instrumen EN-READY dapat digunakan secara kombinasi untuk proses pemetaan dan penempatan perawat di IGD. Selama ini, penempatan perawat di IGD umumnya hanya didasarkan pada kompetensi klinis semata.

“Dengan adanya instrumen ini, penentuan pemetaan dan penempatan perawat gawat darurat di Indonesia menjadi jauh lebih komprehensif,” ujar Arista.

Penelitian Arista mengenai instrumen EN-READY ini sangat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Hal ini dikarenakan instrumen tersebut mampu memastikan kesiapan multidimensi perawat gawat darurat, yang nantinya akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas penanganan pasien dan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena mendorong sistem pemetaan serta penempatan tenaga kerja kesehatan yang lebih profesional, terukur, dan komprehensif di lingkungan rumah sakit. (Humas/Citra).