Dekan FKKMK UGM Bawa Suara dari Komunitas Jalanan Indonesia ke Forum Kesiapsiagaan Pandemi Global di New York

YOGYAKARTA, 21 September 2026 – Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D, FRSPH, tampil sebagai pembicara dalam acara peluncuran resmi The NUS-Lancet Pandemic Readiness through Institutions, Mobilising Communities, and Equity (PRIME) Commission Report di New York, Amerika Serikat. Acara bertajuk “Transforming Pandemic Readiness for Equity” ini diselenggarakan pada 21 September 2026 di Instituto Cervantes New York, Amerika Serikat.

Peluncuran laporan internasional tersebut merupakan salah satu dari rangkaian acara United Nations General Assembly High-level Week 2026. Keterlibatan Prof. Yodi Mahendradhata dalam forum global ini menegaskan komitmen dan kontribusi nyata FK-KMK UGM dalam merumuskan kebijakan kesehatan di tingkat internasional.

Dalam diskusi roundtable, Prof. Yodi Mahendradhata bersanding dengan sejumlah tokoh dan pemimpin global lainnya, antara lain Mantan Perdana Menteri Selandia Baru sekaligus Wakil Ketua Panel Independen untuk Kesiapsiagaan Pandemi, The Rt. Hon. Helen Clark; Penasihat Senior Kantor Regional Eropa untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Prof. Michel Kazatchkine; hingga para menteri, perwakilan PBB, pimpinan organisasi internasional, serta akademisi dari berbagai universitas terkemuka dunia.

Laporan inovatif dari NUS-Lancet PRIME Commision yang diluncurkan ini menyoroti bahwa pendekatan tradisional terhadap rencana pandemi seringkali gagal melindungi kelompok rentan. NUS-Lancet PRIME Commision mengusulkan cetak biru (blueprint) praktis untuk mengubah fokus dari sekadar persiapan pasif menjadi “kesiapan 360°” (360° readiness).

Penelitian dalam laporan tersebut didasarkan pada studi yang dilakukan di 20 negara. Secara khusus untuk Indonesia, studi kasus menyoroti dan mengambil pelajaran dari kelompok masyarakat yang hidup di jalanan, guna memastikan sistem kesehatan tidak lagi mengabaikan kelompok-kelompok yang sering terpinggirkan. Selanjutnya, laporan lengkap NUS-Lancet PRIME Commision akan dipublikasikan di jurnal medis bergengsi, The Lancet, bersamaan dengan acara peluncuran.

Selain menyampaikan temuan dan rekomendasi NUS-Lancet PRIME Commission Report kepada publik untuk pertama kali, Prof. Yodi Mahendradhata dan para pembicara internasional lainnya membahas pendekatan yang lebih luas terhadap kesiapan pandemi. Pembahasan tidak hanya berfokus pada persiapan teknis, melainkan juga pada pemerataan, tindakan pada seluruh lapisan masyarakat, perlindungan komunitas, serta pijakan bagi tindakan politik, institusional, dan sistem kesehatan di tingkat regional maupun global.

Melalui partisipasi Prof. Yodi Mahendradhata, FK-KMK UGM berharap dapat terus mendorong sistem kesehatan global yang lebih berkeadilan, di mana perlindungan dan keselamatan nyawa manusia, terutama kelompok rentan, menjadi prioritas utama negara-negara di dunia.