FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Biomedik (MIB), Minat Farmakologi, mengikuti FMFC International Training Programme 2026 bertajuk “Herbal Bioactive Analysis and Applied Product Innovation Programme”. Kegiatan internasional tersebut diikuti oleh Jekli, mahasiswa MIB FK-KMK UGM Angkatan 2025, yang terpilih sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia dalam program yang diselenggarakan pada 20–26 Juli 2026 di Medicinal Plants Innovation Center (MPIC), Mae Fah Luang University, Chiang Rai, Thailand.
Selama mengikuti program, Jekli memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih jauh berbagai pendekatan dan teknologi yang digunakan dalam identifikasi serta analisis komponen bioaktif dari tanaman obat. Pembelajaran tersebut tidak hanya berfokus pada aspek analisis bahan alam, tetapi juga memperkenalkan proses bagaimana hasil penelitian dapat diarahkan menuju pengembangan inovasi produk yang memiliki potensi manfaat bagi kesehatan.
Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi Jekli untuk melihat keterkaitan antara penelitian bahan alam dengan proses pengembangan produk. Pengetahuan mengenai karakterisasi dan analisis senyawa bioaktif menjadi bagian penting dalam memahami potensi tanaman obat secara lebih terukur. Pada saat yang sama, pengenalan terhadap proses inovasi produk membantu memperluas pemahaman mengenai tahapan pemanfaatan hasil penelitian agar dapat dikembangkan menjadi produk berbasis bahan alam.
Sebagai mahasiswa Magister Ilmu Biomedik dengan minat Farmakologi, pengalaman mengikuti program internasional ini juga menjadi bagian dari penguatan kompetensi akademik dan penelitian. Paparan terhadap pendekatan penelitian dan teknologi yang digunakan dalam lingkungan akademik internasional memberikan pengalaman yang relevan dengan bidang yang sedang ditekuni. Hal tersebut sekaligus memperkaya perspektif Jekli dalam memahami penelitian bahan alam dari sisi analisis maupun pengembangan produk.
Keikutsertaan dalam program internasional juga mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan akademik dan penelitian yang memiliki perhatian terhadap pemanfaatan tanaman obat serta inovasi berbasis bahan alam. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kemampuan penelitian secara lebih luas, terutama dalam bidang ilmu biomedis dan farmakologi.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan ilmu dan inovasi bahan alam yang berpotensi mendukung kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi dan pengalaman pembelajaran internasional. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset serta inovasi produk berbasis bahan alam. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring akademik dan kolaborasi lintas negara. (Kontributor: Sudi Indra Jaya).




