PKKA-PRO FK-KMK UGM Perkuat Kesiapan Tim Penelitian Surveilans RVGE di Klaten

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) menyelenggarakan Training Tim Site Klaten Baru untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam pelaksanaan studi The Surveillance of Rotavirus Acute Gastroenteritis (RVGE) among Hospitalized Children Under Five Years of Age and the Effectiveness of Rotavirus Against Hospitalized RVGE in Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 21–22 Agustus 2026 di Tjokro Hotel Klaten ini diikuti anggota tim penelitian yang baru bergabung pada tiga site, yakni RS Cakra Husada Klaten, RSU Aisyiyah Klaten, dan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu

Tim tersebut terdiri atas dr. Rony Trilaksono, M.Sc., Sp.A selaku Principal Investigator, Prof. Dr. dr. Hera Nirwati, M.Kes., SpMK(K) dan Dr. A.W. Elin Mulyadi, S.Sos, MPA sebagai co-Principal Investigator, serta dr. Ardhina Ramania, MPH yang memberikan materi mengenai Good Clinical Practice (GCP). Selain itu, kegiatan turut melibatkan Adinda Septianingtyas, S.Kep., Ns., MPH selaku Project Manager, apt. Febrianti Tri Puspitasari, M.Pharm.Sci sebagai Quality Manager, Ayu Rahayu, M.Si sebagai Laboratory Manager, dr. Ayu Maghfira Nida Putri sebagai PIC Site Klaten baru, dan Anandia Aliyani Putri, S.Tr E sebagai staf keuangan.

Dari tiga site baru, peserta terdiri atas berbagai unsur yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan surveilans. Mereka mencakup site investigator, perawat peneliti, enumerator, tenaga laboratorium, petugas rekam medis, bagian pendidikan dan pelatihan, serta unsur administrasi dan keuangan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan karena pelaksanaan studi surveilans tidak hanya bergantung pada proses klinis, tetapi juga membutuhkan pengelolaan data, dokumen, sampel, serta administrasi penelitian yang terkoordinasi.

Materi pelatihan disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prosedur penelitian sekaligus memperjelas tanggung jawab setiap anggota tim. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip GCP, Good Documentation Practice (GDP), informed consent, protokol penelitian, alur pelaksanaan studi, serta peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim. Materi tersebut menjadi dasar bagi peserta untuk memahami bagaimana penelitian harus dijalankan secara konsisten, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pembekalan juga mencakup pengelolaan dokumen esensial penelitian dalam Master Participant File (PF), Standard Operating Procedure (SOP) rekrutmen partisipan, pengisian dokumen penelitian dan data demografi, hingga prosedur laboratorium. Pada aspek laboratorium, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses pengambilan, pemrosesan, penyimpanan, dan pengiriman sampel penelitian. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan sejumlah sub-studi RVGE, antara lain studi intususepsi, studi pasif, dan studi kualitatif, serta mendapatkan pemahaman mengenai Source Document Verification (SDV).

Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kesiapan tim dalam menjalankan studi. Peserta semakin memahami prinsip GCP, GDP, dan informed consent, termasuk dalam mengidentifikasi temuan pada dokumen penelitian dan menyusun Corrective and Preventive Action (CAPA) secara lebih tepat. Pemahaman mengenai tahapan pelaksanaan studi, struktur dan fungsi dokumen esensial, prosedur rekrutmen, pengelolaan data, serta pengelolaan sampel juga semakin diperkuat.

Penyamaan pemahaman antartim menjadi salah satu capaian penting dari kegiatan tersebut. Setiap site memiliki peran yang saling berkaitan sehingga konsistensi dalam menerapkan protokol dan prosedur penelitian diperlukan untuk menjaga kualitas data yang dihasilkan. Dengan pemahaman yang selaras, koordinasi di antara tim pusat dan tim site diharapkan dapat berjalan lebih efektif selama pelaksanaan surveilans.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penelitian dan surveilans yang mendukung kesehatan anak. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan kompetensi tim penelitian. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan sistem, dokumentasi, dan kapasitas penelitian kesehatan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas institusi dan jejaring site penelitian. (Kontributor: Ayu Maghfira Nida Putri, Dhimas Sholikhul Huda).