Mahasiswa FK-KMK UGM Perdalam Pengalaman Pelayanan Kesehatan melalui Magang di Puskesmas

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran melaksanakan praktik magang di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Salah satu lokasi magang adalah UPT Puskesmas Gondokusuman II, Kota Yogyakarta, yang dilaksanakan pada periode September hingga November 2025 dan diikuti oleh Sanevanie Irbah Hendrana untuk mengenal secara langsung penyelenggaraan pelayanan kesehatan serta memahami peran puskesmas dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan magang, Sanevanie memperoleh kesempatan untuk mengenal penyelenggaraan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara lebih dekat. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada aspek klinis, tetapi juga pada pemahaman mengenai pelayanan kesehatan yang mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa praktik kedokteran di tingkat pertama memiliki cakupan yang luas karena berkaitan dengan kondisi kesehatan individu sekaligus kebutuhan keluarga dan masyarakat.

Selama berada di lingkungan puskesmas, mahasiswa juga dapat mengamati berbagai kegiatan pelayanan serta program kesehatan masyarakat yang dijalankan oleh fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Interaksi dengan tenaga kesehatan memberikan kesempatan untuk memahami bagaimana pelayanan dilaksanakan secara terkoordinasi.

Pengalaman lapangan tersebut turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama. Berhadapan dengan masyarakat dalam konteks pelayanan kesehatan membutuhkan kemampuan untuk mendengarkan, menyampaikan informasi dengan baik, serta menyesuaikan komunikasi dengan situasi yang dihadapi.

UPT Puskesmas Gondokusuman II memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Terban dan Kotabaru. Dengan mengikuti kegiatan magang di lingkungan tersebut, mahasiswa dapat melihat dinamika pelayanan kesehatan tingkat pertama secara lebih dekat. Berbagai situasi yang ditemui menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memahami tantangan pelayanan kesehatan di masyarakat, termasuk pentingnya kerja sama antarprofesi dan pendekatan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Bagi Sanevanie, pengalaman magang tersebut menjadi kesempatan untuk mengintegrasikan pengetahuan yang telah diperoleh selama proses pendidikan dengan situasi nyata di lapangan. Pembelajaran melalui pengalaman langsung membantu mahasiswa memahami bahwa kompetensi seorang calon dokter tidak hanya dibangun melalui penguasaan ilmu kedokteran, tetapi juga melalui kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memahami konteks masyarakat, dan menunjukkan sikap profesional dalam memberikan pelayanan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pemahaman pelayanan kesehatan masyarakat dan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum, S.Psi).