Memasuki Tahun Ke-10, Summer Course FK-KMK UGM 2026 Soroti Manajemen Bencana dan Kesehatan

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Fakultas Farmasi UGM dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM kembali menyelenggarakan Summer Course 2026 Periode Juli pada Senin (13/7/2026). Pembukaan Summer Course dilaksanakan di Auditorium Bambang Soetarso, FK-KMK UGM. Pada tahun ke-10 ini, Summer Course mengangkat tema “Health and Disaster Management: Before, During, and After Emergencies.”. Program ini akan berjalan selama dua pekan, yakni 13-24 Juli 2026.

Summer Course 2026 menjaring 84 peserta dari berbagai negara. Mereka berasal dari United Kingdom, Prancis, Belanda, Spanyol, Timor Leste, Thailand, Kirgistan, Palestina, Turki, Malaysia, maupun Indonesia. 81 peserta hadir secara luring di FK-KMK UGM. Sementara itu, tiga peserta lainnya mengikuti Summer Course via daring.

Peserta terdiri atas berbagai latar belakang pendidikan, baik kesehatan maupun non kesehatan. Peserta dari bidang kesehatan meliputi mahasiswa Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, Kedokteran Gigi, dan Gizi. Sementara itu, peserta dari non kesehatan antara lain merupakan mahasiswa dari Biologi, Teknik, dan Filsafat.

Ketua Summer Course 2026, Melyza Perdana, S.Kep., Ns., M.S, membuka Summer Course tahun ke-10 dengan mengungkapkan bahwa banyaknya bencana yang terjadi pada tahun ini menjadi landasan untuk mengangkat isu-isu kerangka kerja global dan multidisiplin dalam manajemen bencana. Selama dua pekan, para peserta akan belajar dari para ahli di seluruh dunia, praktik langsung tentang penanggulangan bencana, serta kunjungan lapangan ke masyarakat.

Senada dengan Melyza, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKG UGM, Prof. drg. Rosa Amalia, M.Kes.,Ph.D turut menyampaikan bahwa tidak hanya satu profesi untuk mengatasi tantangan kebencanaan. Saat ini, menjadi unggul bukan hanya tentang seberapa banyak wawasan yang dimiliki tentang satu profesi, tetapi bagaimana kemauan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan belajar dari para profesional dengan keahlian yang berbeda.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si., dalam sambutannya, memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang tepat untuk mempelajari tentang kebencanaan. Pasalnya, Indonesia memiliki gunung berapi yang paling aktif di dunia sekaligus daratan yang sering mengalami gempa bumi. Oleh karena itu, pengalaman Indonesia dalam mengelola bencana diharapkan menambah wawasan bagi para peserta.

Menutup sambutan, Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, berpesan bahwa bencana tidak hanya menguji infrastruktur, tetapi juga ketahanan sistem kesehatan, kekuatan kolaborasi interprofesional, dan kesiapan kolektif untuk melindungi nyawa manusia. Selama lebih dari dua dekade, FK-KMK UGM telah berkontribusi pada pendidikan, penelitian, kebijakan, dan pembangunan kapasitas dalam kesehatan bencana, bekerja sama dengan pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan mitra internasional.

“Komitmen ini telah diakui melalui peran kami sebagai tuan rumah ASEAN Institute of Disaster Health Management, yang menegaskan kembali tanggung jawab bersama kami untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana dan kapasitas darurat kesehatan di seluruh Asia Tenggara,” ungkap Prof. Yodi.

Summer Course 2026 resmi dibuka melalui momentum pemukulan gong oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., disaksikan oleh Meyliza, Prof. Rosa, dan Prof. Nanang. Setelah resmi dibuka, rangkaian Summer Course 2026 diisi oleh berbagai kegiatan. Pada pekan pertama, kegiatan yang diselenggarakan seperti Group Dynamics, Keynote Speech Session, Group Discussion, Preliminary Session, Panel Session, dan Practicum Session. Pada pekan kedua, para peserta akan mengikuti kunjungan lapangan dan ditutup oleh presentasi kelompok.

Kegiatan Summer Course 2026 merupakan salah satu program FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkaitan erat dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang secara spesifik membahas penguatan ketahanan sistem kesehatan dan manajemen bencana. Selain itu, SDG 4: Pendidikan Berkualitas juga diwujudkan dalam penyelenggaraan program edukasi bertaraf internasional melalui metode diskusi, praktikum, dan kunjungan lapangan langsung ke masyarakat. Sementara itu, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dari adanya kolaborasi interprofesional yang melibatkan FK-KMK, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM yang diperkuat oleh kemitraan global dengan menghadirkan para pakar dari berbagai belahan dunia. (Penulis: Citra/Humas).