FK-KMK UGM Hadirkan Harmoni Musik Klasik dalam Penutupan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-18

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM semarakkan dies natalis dalam kegiatan Classical Night Concert ke-18 pada Sabtu (2/5). Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium FK-KMK UGM dan dihadiri sebanyak 204 peserta yang terdiri dari civitas akademika dan civitas hospitalia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan hiburan sejenak kepada tenaga medis dan tenaga pengajar atas pengabdian panjang dalam memajukan pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Prof. dr. Usi Sukorini, M.Kes., Sp.PK., Subsp.H.K, selaku Ketua Classical Night Concert. Prof. Usi melaporkan bahwa kegiatan ini menghadirkan sebanyak 37 penampil yang terdiri dari unsur mahasiswa S1, S2, S3, PPDS, alumni, tendik, karyawan hospitalia, hingga guru besar. Kegiatan ini bukan sekedar panggung, tetapi jeda untuk mengingatkan bahwa, profesi dokter, perawat, maupun peneliti dan tenaga kesehatan itu juga manusia. Oleh karena itu, Prof. Usi menekankan pentingnya seni, rasa, dan keindahan untuk menjadi hiburan sejenak demi dapat memberikan pelayanan yang tetap utuh.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak dalam memberikan pengingat bahwa dunia kedokteran dan kesehatan selalu berdampingan dengan keindahan,” kata Prof. Usi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. dr. Retno Sutomo, Ph.D., Sp.A(K) selaku ketua Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 FK-KMK UGM. Prof. Sutomo menyampaikan bahwa, kegiatan Classical Night Concert ke-18 merupakan bagian dari penutupan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM, bersamaan dengan ulang tahun RSA UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan RS Soeradji Tirtonegoro. Prof. Sutomo menjelaskan bahwa, hubungan antara seni, musik, dan kedokteran memiliki pertautan yang banyak dan kental. Hal ini terjadi karena praktik ilmu kedokteran banyak mengandalkan logika dengan penerapan etika dan empati. Hal ini menjadi titik dasar terkait fungsi seni dan musik untuk memberikan dokter pengalaman estetis dalam mempertajam nurani dan rasa untuk menggunakan empati.

“Dalam pagelaran ini nanti kita akan belajar keterpaduan antara rasa, harmoni, dan kolaborasi semua pemain musik untuk memberikan waktu rehat sejenak dalam keseharian sebagai klinisi maupun praktisi,” kata Prof. Sutomo.

Lebih lanjut, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D, FRSPH selaku Dekan FK-KMK UGM. Prof. Yodi menyampaikan bahwa 80 tahun FK-KMK berdiri bukan waktu yang pendek. Melainkan sebuah refleksi untuk terus eksis lintas zaman, lintas generasi, selayaknya musik klasik. Prof. Yodi menyampaikan apresiasi terhadap para penampil dan penonton yang telah hadir menyukseskan dan menyatukan rasa pada kegiatan Classical Night Concert ke-18.

“Selamat menikmati harmoni musik klasik dan semoga dapat memberi penajaman rasa dalam mendukung eksistensi kontribusi bagi pelayanan kesehatan,” Prof. Yodi

Kegiatan ini turut mendukung Diantaranya, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menekankan komitmen pada perhatian khusus refleksi diri tenaga kesehatan dalam mengimbangi tuntutan pekerjaan dengan hiburan musik klasik; serta, SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui komitmen mendukung ruang berekspresi civitas akademika dan civitas hospitalia untuk mewujudkan produktivitas pelayanan kesehatan (Reporter/Tedy).