FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Edukasi Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi Petugas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Balai PALPJK DIY sebagai upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan air limbah. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 April 2026 dan melibatkan petugas IPAL, peneliti, serta pemangku kepentingan terkait di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan fokus pada peningkatan keselamatan kerja sekaligus pengembangan pendekatan surveilans air limbah sebagai sistem deteksi dini penyakit.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya metode wastewater surveillance yang dinilai efektif untuk mendeteksi penyebaran penyakit infeksi, resistensi antimikroba, hingga paparan zat kimia berbahaya di masyarakat. Dalam konteks tersebut, IPAL memiliki posisi strategis sebagai titik pengambilan sampel sekaligus lingkungan kerja dengan risiko tinggi. Oleh karena itu, pemahaman terkait penggunaan APD yang tepat menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi petugas dari potensi paparan biologis dan kimia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi strategis antara tim peneliti PKKA-PRO UGM yang dipimpin oleh Prof. dr. Indah Kartika Murni dengan jajaran Balai PALPJK DIY. Diskusi tersebut membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan sistem surveilans air limbah di wilayah DIY, termasuk integrasi lintas wilayah melalui Sekretariat Bersama Kartamantul. Selain itu, dibahas pula potensi kerja sama internasional guna memperkuat kapasitas sistem dan infrastruktur surveilans di masa depan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi penggunaan APD yang diselenggarakan secara hybrid dan diikuti oleh puluhan peserta. Materi disampaikan oleh pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Ari Prayoga Pribadi, yang menekankan pentingnya penggunaan APD sesuai standar, tata cara penyimpanan yang benar, serta penerapan prinsip K3 dalam aktivitas operasional sehari-hari di lingkungan IPAL. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berkembang, mencerminkan tingginya kebutuhan akan edukasi praktis yang relevan dengan kondisi lapangan.
Melalui kegiatan ini, tidak hanya terjadi peningkatan kapasitas individu petugas, tetapi juga penguatan kelembagaan melalui jejaring kolaborasi antara institusi akademik dan mitra lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong implementasi sistem surveilans air limbah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.
Kegiatan edukasi penggunaan APD yang diselenggarakan oleh FK-KMK UGM menjadi langkah nyata dalam meningkatkan keselamatan kerja petugas IPAL sekaligus memperkuat pengembangan surveilans air limbah sebagai sistem deteksi dini kesehatan masyarakat. Sinergi antara edukasi teknis dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan adaptif.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya perlindungan kesehatan pekerja dari risiko paparan di lingkungan kerja. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam penyelenggaraan edukasi berkelanjutan yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas. SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penguatan pengelolaan air limbah yang aman dan berkelanjutan sebagai bagian dari sistem sanitasi yang baik bagi masyarakat.
Selain itu juga sesuai dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan sistem surveilans air limbah berbasis teknologi sebagai inovasi dalam deteksi dini penyakit. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi akademik, pemerintah, dan mitra potensial internasional dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat. (Kontributor: Iskran Dwi Rahmanto, Dhimas Sholikhul Huda).




