Mahasiswa FK-KMK UGM Ikuti Program Exchange di Chiang Mai University, Thailand

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Syifany Bunga Azzahra Ludfi, berkesempatan mengikuti exchange program di Faculty of Medicine, Chiang Mai University, Thailand, sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan akademik dan kompetensi klinis di lingkungan internasional. Program ini berlangsung di Chiang Mai University, Thailand, dengan kegiatan utama berpusat di Maharaj Nakorn Chiang Mai Hospital sebagai rumah sakit pendidikan.

Melalui program ini, Syifany memperoleh pengalaman pembelajaran langsung di fasilitas kesehatan berstandar internasional yang melayani pasien dengan spektrum kasus yang luas dan kompleks. Selama mengikuti program, Syifany ditempatkan di beberapa departemen strategis, di antaranya Emergency Medicine dan Plastic and Reconstructive Surgery. Pada rotasi di Departemen Emergency Medicine, ia mengamati secara langsung alur penanganan pasien gawat darurat, mulai dari tahap primary survey, proses triase, hingga manajemen kasus trauma dan kondisi kritis lainnya. Keterlibatan dalam aktivitas klinis ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai respons cepat dan pengambilan keputusan dalam situasi darurat.

Tidak hanya melakukan observasi, Syifany juga mendapatkan kesempatan praktik terbimbing, seperti membantu tindakan penjahitan luka pada pasien trauma, melakukan pemeriksaan fisik, membantu mobilisasi pasien, serta melakukan perekaman elektrokardiogram (EKG). Ia juga aktif mengikuti diskusi kasus bersama residen yang membahas berbagai topik penting seperti kegawatdaruratan, trauma, dan toksikologi, sehingga memperkaya kemampuan analisis klinis.

Selain itu, Syifany turut mengikuti sesi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di bidang Emergency Medicine. Dalam sesi ini, ia dilatih untuk menguasai keterampilan dasar seperti penilaian ABCDE, teknik pemasangan bidai (splinting), serta prosedur penanganan kegawatdaruratan dasar. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan ketepatan tindakan, kecepatan berpikir, serta kemampuan bekerja dalam tim medis.

Pada rotasi di Departemen Plastic and Reconstructive Surgery, Syifany memperoleh pemahaman mendalam mengenai tata laksana kasus bedah rekonstruksi, termasuk penanganan trauma wajah, luka bakar, hingga prosedur rekonstruksi kompleks. Melalui observasi di poliklinik dan ruang operasi, ia mempelajari alur pelayanan pasien secara menyeluruh, dari evaluasi awal hingga tindak lanjut pascaoperasi. Lingkungan akademik yang mengedepankan pendekatan multidisipliner serta keselamatan pasien turut memperkaya pengalaman belajarnya.

Selain pengalaman klinis, program ini juga menekankan penguatan aspek akademik melalui kegiatan konferensi, diskusi kasus, dan teaching round. Interaksi dengan tenaga medis dari berbagai latar belakang budaya memberikan kesempatan bagi Syifany untuk mengembangkan kemampuan komunikasi profesional dan kolaborasi lintas budaya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kompetensi klinis mahasiswa yang berkontribusi pada mutu pelayanan kesehatan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui akses pembelajaran berbasis pengalaman internasional yang memperkaya kapasitas akademik mahasiswa. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dari kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran lintas negara dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).