FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) terus mendorong pengembangan kompetensi global mahasiswa melalui berbagai program internasional, salah satunya melalui partisipasi mahasiswa dalam program pertukaran akademik di institusi luar negeri. Fathiya Ulya Zahra, berkesempatan mengikuti exchange program di Hospital Universiti Sains Malaysia (HUSM) yang berada di bawah naungan Universiti Sains Malaysia (USM).
Selama mengikuti program elektif di HUSM yang berlokasi di Kubang Kerian, Kelantan, Malaysia, Fathiya memperoleh pengalaman belajar terkait bidang neurologi dan bedah saraf. Ia terlibat dalam berbagai aktivitas klinis berbasis observasi, seperti mengikuti ward round di bangsal dan unit perawatan intensif (ICU), menyaksikan prosedur bedah saraf di ruang operasi, serta mengamati pemeriksaan penunjang seperti elektroensefalografi (EEG). Selain itu, ia juga berkesempatan mengikuti layanan klinik khusus, termasuk terapi Botox dan prosedur Deep Brain Stimulation (DBS).
Fathiya memahami secara lebih mendalam alur pelayanan pasien, mulai dari tahap asesmen klinis awal hingga pemantauan pascaoperasi. Ia juga mampu mengaitkan temuan klinis dengan hasil pemeriksaan diagnostik seperti CT scan, MRI, dan EEG yang berperan penting dalam penegakan diagnosis di bidang neurologi dan bedah saraf. Ia juga mendapatkan pengalaman melalui diskusi kasus, Clinical Pathological Conference (CPC), serta metode pembelajaran bedside teaching.
Pengalaman ini juga berkontribusi pada penguatan kompetensi profesional, termasuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta penerapan etika dalam lingkungan klinis. Interaksi dengan tim medis multidisiplin memberikan pemahaman penting mengenai kolaborasi tim dan komunikasi efektif dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, paparan terhadap lingkungan internasional turut meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya serta memperluas perspektif terhadap sistem kesehatan global.
Sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan tersier, HUSM memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari layanan rawat inap, unit gawat darurat, ICU, ruang operasi, hingga poliklinik rawat jalan. Dukungan fasilitas diagnostik modern seperti CT scan, MRI, dan EEG semakin memperkuat kualitas pembelajaran klinis yang diterima oleh peserta program.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kompetensi klinis yang berkontribusi pada kualitas pelayanan kesehatan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan pengalaman pembelajaran internasional yang komprehensif dan berbasis praktik, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dari kolaborasi antar institusi pendidikan dan rumah sakit lintas negara dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kapasitas sumber daya manusia. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).




