FK-KMK UGM Perkenalkan NPC Strip G sebagai Solusi Deteksi Dini Kanker Nasofaring

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut menghadirkan inovasi alat kesehatan berupa NPC Strip G dalam rangkaian Forum Group Discussion (FGD) dan Pameran Alat Kesehatan pada peringatan Dies Natalis ke-80 yang mengusung tema “Mencerdaskan dan Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Kegiatan ini diselenggarakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM sebagai bagian dari upaya diseminasi hasil riset unggulan kepada masyarakat dan mitra strategis. Kegiatan berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 6–7 Februari 2026, dengan melibatkan peneliti, akademisi, serta mitra industri dalam mempresentasikan berbagai inovasi alat kesehatan berbasis riset.

NPC Strip G merupakan alat deteksi dini kanker nasofaring (KNF), salah satu jenis keganasan pada area kepala dan leher yang berkembang di epitel nasofaring, yakni bagian belakang hidung dan tenggorokan. Karakteristik lokasi tumor yang tersembunyi serta ukuran awal yang kecil menyebabkan sebagian besar kasus KNF baru terdiagnosis pada stadium lanjut. Kondisi ini berdampak pada kompleksitas pengobatan yang memerlukan kombinasi radioterapi dan kemoterapi, dengan tingkat keberhasilan yang lebih rendah serta efek samping yang lebih berat. Sebaliknya, apabila terdeteksi sejak dini, penanganan KNF dapat dilakukan lebih efektif dengan radioterapi saja, dengan hasil yang lebih optimal dan biaya yang lebih terjangkau.

Inovasi NPC Strip G dikembangkan oleh staf Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM dengan memanfaatkan prinsip imunokromatografi atau lateral flow assay. Alat ini bekerja dengan mendeteksi antibodi IgG terhadap virus Epstein-Barr (EBV) yang menjadi salah satu indikator risiko kanker nasofaring. Metode penggunaannya menyerupai alat tes kehamilan, namun menggunakan sampel darah dari ujung jari, plasma, atau serum, sehingga lebih praktis dan berpotensi digunakan sebagai alat skrining di layanan kesehatan primer.

Dalam kegiatan FGD, inventor NPC Strip G, Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D., turut menjadi narasumber pada sesi bertema “Penguatan Kemitraan Perguruan Tinggi-Industri untuk Menciptakan Inovasi Berdampak di Bidang Alat Kesehatan”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan proses panjang pengembangan inovasi, mulai dari riset dasar, pengujian klinis, hingga kesiapan hilirisasi produk. Tantangan dalam menjembatani kebutuhan akademik dan industri juga menjadi sorotan penting, khususnya dalam memastikan bahwa inovasi dapat diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan.

Partisipasi NPC Strip G dalam pameran ini menjadi langkah untuk memperkenalkan inovasi kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan primer. Dengan demikian, alat ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung deteksi dini kanker nasofaring, sekaligus berkontribusi pada penurunan angka kesakitan serta beban pembiayaan kesehatan di Indonesia.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan alat deteksi dini yang membantu meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker nasofaring, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur melalui proses inovasi teknologi alat kesehatan berbasis riset hingga tahap hilirisasi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan fasilitas layanan kesehatan dalam mengimplementasikan inovasi secara luas. (Kontributor: Dewi Kartikawati Paramita).