FK-KMK UGM dan RSUP Soeradji Tirtonegoro Siapkan Implementasi Riset STEVIA untuk Pengendalian Tifoid

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan audiensi strategis bersama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam rangka penguatan implementasi riset kesehatan berbasis kolaborasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mendiskusikan studi Serosurveillance for Typhoid Infection in Indonesia (STEVIA) sebagai riset unggulan dalam pengendalian penyakit tifoid di Indonesia. Audiensi dilaksanakan pada Jumat, 27 Maret 2026 di Ruang Rapat Sadewa RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, dengan melibatkan tim peneliti PKKA-PRO FK-KMK UGM serta tenaga medis dan manajemen rumah sakit sebagai mitra penelitian. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas kesiapan implementasi studi, termasuk aspek teknis, fasilitas, serta kolaborasi lintas institusi dalam mendukung keberhasilan penelitian.

Dalam pertemuan tersebut, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. dr. Rr. Ratni Indrawanti, Sp.A(K) memaparkan urgensi penelitian STEVIA yang berfokus pada kelompok usia anak di atas dua tahun hingga dewasa di bawah 46 tahun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam diagnosis demam tifoid, di mana metode standar berupa kultur darah sering kali memiliki sensitivitas rendah akibat penggunaan antibiotik sebelumnya. Oleh karena itu, studi ini mengembangkan pendekatan inovatif melalui evaluasi penanda serologis serta uji berbasis sel T atau Interferon Gamma Release Assay (IGRA) untuk meningkatkan akurasi deteksi infeksi.

Diskusi melibatkan berbagai pihak, termasuk dr. Cahya Dewi Satria, Sp.A(K), M.Kes beserta tim spesialis mikrobiologi dan patologi klinik. Fokus pembahasan mencakup uji kelayakan penelitian, kesiapan laboratorium, serta mekanisme pelaksanaan studi di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat integrasi antara institusi akademik dan layanan kesehatan dalam menghasilkan data yang valid dan berdampak bagi kebijakan kesehatan.

Selain pendekatan diagnostik, studi STEVIA juga mengintegrasikan analisis Whole-Genome Sequencing (WGS) pada isolat bakteri Salmonella Typhi untuk memetakan pola resistensi antimikroba. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat aspek penelitian, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset biomedik, khususnya bagi peneliti muda yang terlibat dalam proyek ini.

Dalam audiensi tersebut, tim juga melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas laboratorium di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro guna memastikan kesiapan operasional penelitian. Keterlibatan aktif tenaga medis dan tenaga pendukung menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan studi secara optimal, mulai dari proses rekrutmen subjek hingga pengambilan dan pengolahan sampel biologis sesuai standar etika penelitian.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan deteksi dini dan pengendalian penyakit menular seperti tifoid berbasis riset inovatif. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan pembelajaran dan peningkatan kapasitas peneliti melalui keterlibatan dalam penelitian berbasis bukti. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi diagnostik dan pemanfaatan metode genomik dalam penelitian kesehatan. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dari kolaborasi erat antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam menyelesaikan tantangan kesehatan masyarakat. (Kontributor: Nanda Tri Rahmatika, Dhimas Sholikhul Huda).