FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah berpartisipasi dalam “14th International Conference on Typhoid and Other Invasive Salmonellosis”. Forum ilmiah internasional ini membahas inovasi dan tantangan terkini dalam penanganan penyakit tifoid dan infeksi Salmonella invasif. Kegiatan ini diselenggarakan pada 23–28 Maret 2026 di Sofitel Phnom Penh Phokeethra, Kamboja, dengan mengusung tema “Innovation and Equity – Shaping the Future of Typhoid and Other Invasive Salmonelloses”.
FK-KMK UGM mempresentasikan sepuluh abstrak penelitian yang membahas berbagai aspek penanganan infeksi Salmonella. Capaian membanggakan diraih oleh Prof. dr. Jarir At-Thobari, D.Pharm, Ph.D., yang berhasil meraih penghargaan The Best Poster Award. Penghargaan ini diberikan atas kualitas penelitian yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan strategi penanganan penyakit tifoid di tingkat global.
Selain itu, kontribusi ilmiah juga ditunjukkan melalui presentasi poster oleh dr. Jonathan Hasian Haposan, MPH, yang mengangkat isu-isu aktual dalam epidemiologi penyakit tifoid. Presentasi tersebut memicu diskusi mendalam di antara para peserta, khususnya terkait tantangan resistensi antimikroba dan dinamika penyebaran penyakit di negara berkembang.
Partisipasi FK-KMK UGM tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mencerminkan komitmen kemanusiaan dalam mengatasi masalah kesehatan global. Penyakit tifoid masih menjadi ancaman serius, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang memadai. Oleh karena itu, inovasi seperti penggunaan vaksin konjugat tifoid menjadi penting, namun perlu diimbangi dengan pemerataan akses bagi masyarakat rentan.
Delegasi FK-KMK UGM yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari berbagai disiplin ilmu, mencerminkan pendekatan multidisipliner dalam riset kesehatan. Tim terdiri dari pakar di bidang kardiologi anak, mikrobiologi, nutrisi, hingga bioteknologi, yang bersama-sama memperkaya perspektif dalam pengembangan solusi kesehatan berbasis bukti.
Selama konferensi berlangsung, tim juga mendalami berbagai pendekatan strategis, termasuk integrasi konsep One Health, pemanfaatan data genomik dalam pengendalian penyakit, serta pengembangan model vaksinasi yang lebih efektif. Penekanan utama dalam diskusi adalah pentingnya sinergi antara program vaksinasi dengan perbaikan sanitasi dan akses air bersih untuk mencapai eliminasi penyakit tifoid secara berkelanjutan.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan riset dan inovasi dalam pencegahan serta penanganan penyakit tifoid. SDG 4: Pendidikan Berkualitas berkontribusi dalam forum ilmiah internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas peneliti. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi global lintas negara dalam mengembangkan solusi kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. (Kontributor: Shella Syafira Wijayanti, Dhimas Sholikhul Huda).




