FK-KMK UGM Selenggarakan ASM Angkat Isu Pemberdayaan Lansia dan Intervensi Berbasis Komunitas

FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) menyelenggarakan Seminar Annual Scientific Meeting (ASM) dengan membahas strategi promosi kesehatan lansia berbasis pemberdayaan komunitas. Seminar ini mengangkat tema “Community Empowerment and Participatory Approaches in Health Promotion for Older Adults: Strengthening Community-Based Interventions” yang menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam meningkatkan kualitas hidup kelompok lanjut usia. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 1 April 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D, yang menekankan bahwa peningkatan jumlah populasi lansia merupakan fenomena global yang memerlukan respons strategis. Ia menyampaikan bahwa pendekatan pelayanan kesehatan perlu bergeser dari yang berfokus pada kuratif menuju pendekatan promotif dan preventif. Selain itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan program promosi kesehatan bagi lansia.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., M.Ng., menjelaskan pentingnya pelayanan lansia berbasis masyarakat yang terintegrasi. Pendekatan ini mengoptimalkan peran komunitas melalui layanan di fasilitas kesehatan, pelayanan berbasis rumah, serta pemanfaatan teknologi kesehatan, yang didukung oleh sistem rujukan berkelanjutan. Selanjutnya, Ns. Muflih, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom., menyoroti pentingnya perubahan paradigma terhadap lansia sebagai kelompok yang produktif dan berdaya. Ia memaparkan berbagai inisiatif seperti sekolah lansia, pelatihan caregiver, serta pelibatan lintas generasi, termasuk remaja, dalam mendukung kesejahteraan lansia.

Sementara itu, Dr. Fitrina M. Kusumaningrum, MPH., menggarisbawahi pendekatan partisipatif dalam konsep successful aging in place. Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif lansia dalam setiap tahapan program, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, dapat meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh serta memperkuat rasa kepemilikan terhadap program yang dijalankan.

Seminar ini diikuti oleh sekitar 90 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, serta perwakilan instansi dinas kesehatan. Keberagaman peserta memberikan dinamika diskusi yang kaya serta membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan program kesehatan lansia.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kualitas hidup lansia dengan pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penyelenggaraan forum ilmiah yang mendorong peningkatan kapasitas pengetahuan, pertukaran gagasan, serta penguatan kompetensi akademik dan profesional peserta, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penekanan pada akses layanan kesehatan dan sosial yang inklusif bagi lansia tanpa diskriminasi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan instansi pemerintah dalam mengembangkan intervensi kesehatan yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Kontributor: Sinta Ristiyanti dan Nia Lestari Muqarohmah).