FK-KMK UGM. Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada mengikuti program magang di PSC119 Yogyakarta Emergency Service atau Public Safety Center 119 Yogyakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta yang berperan dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu di wilayah Kota Yogyakarta. Annisa Saras Rachmawati mengikuti program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan kegawatdaruratan medis pra-rumah sakit secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
Selama menjalani program tersebut, Annisa bergabung bersama tim ambulans PSC119 YES dalam menangani berbagai kasus darurat di lapangan. Ia terlibat dalam penanganan trauma akibat kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, kasus jatuh, serta kondisi medis akut seperti stroke, nyeri dada, sesak napas, gagal jantung, dan keracunan. Dalam praktiknya, Annisa berpartisipasi pada proses triase untuk menentukan prioritas penanganan pasien sesuai tingkat kegawatdaruratan.
Ia juga membantu stabilisasi pasien kritis sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan serta mendampingi proses evakuasi dan transportasi medis menuju rumah sakit mitra. Selama masa magang, ia mengobservasi dan membantu penanganan 32 kasus kegawatdaruratan yang terdiri atas 18 kasus trauma dan 14 kasus non-trauma. Selain itu, ia terlibat dalam 12 evakuasi pasien, membantu stabilisasi delapan pasien kritis, serta menjalani lima shift malam yang memberikan pengalaman intensif dalam dinamika layanan emergensi.
Pengalaman pembelajaran tidak hanya berlangsung di lapangan. Annisa juga mengikuti aktivitas call center untuk memahami mekanisme penerimaan laporan darurat dan proses dispatch ambulans. Ia turut berpartisipasi dalam simulasi penanganan bencana, diskusi evaluasi kasus rutin, serta empat kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar kepada masyarakat sebagai bagian dari edukasi publik dan peningkatan kesiapsiagaan komunitas. Seluruh kegiatan terdokumentasi secara sistematis dalam logbook dan laporan kasus guna memastikan proses refleksi dan pembelajaran yang terstruktur.
Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan yang cepat dan berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan yang terstruktur dan terintegrasi, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui peningkatan sistem respons darurat perkotaan yang tanggap dan terkoordinasi guna melindungi keselamatan masyarakat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).



