FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM berkolaborasi bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Yogyakarta menyelenggarakan Symposium Jogja Cardiovascular Epidemiology and Prevention Forum 2026 pada Sabtu (14/02). Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Artotel Suite Bianti, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 90 peserta yang terdiri dari dokter spesialis jantung dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah, Memberikan pengetahuan tentang epidemiologi penyakit kardiovaskular prioritas kesehatan di Indonesia.
Acara ini dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Ph.D, Sp.PD-KKV, Sp.JP(K), Selaku Ketua Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM. Prof. Anggoro menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk menjadi ruang berbagai pengetahuan terkait penyakit cardiovaskular. Kegiatan ini juga memberikan edukasi dan rekomendasi kebijakan kepada pemangku kebijakan untuk mengendalikan faktor resiko dari penyakit cardiovascular. Hal ini sangat penting dikarenakan preferensi penyakit perlu diketahui dan dipahami oleh seluruh peserta untuk memberikan pengaruh dan intervensi pelayanan kesehatan.
“Acara ini telah diselenggarakan beberapa kali dan pada tahun ini kami hadirkan simposium untuk memberikan berbagai perspektif tentang preferensi cardiovascular. Kegiatan ini kami harap dapat mengupgrade pengetahuan para dokter spesialis jantung sekalian untuk dapat menerapkannya dalam pemberian intervensi dan penanganan pasien pada praktik klinis,” kata Prof. Anggoro.
Selaras dengan itu, dr. Firandi Saputra, SpJP (K) selaku perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Yogyakarta menegaskan kegiatan ini lahir dari keberlanjutan kerjasama antara organisasi profesi dan universitas, khususnya PERKI dan FK-KMK UGM. dr. Firandi mengapresiasi kegiatan ini dikarenakan dapat meningkatkan pengetahuan dokter spesialis jantung dari tatanan ilmiah dan berlanjut pada klinis.
“Kami dari PERKI mengapresiasi kegiatan ini dikarenakan mampu memberikan wahana dan forum ilmiah pada penanganan penyakit cardiovascular, semoga kegiatan ini memberikan manfaat pada semua dan memiliki dampak yang luas”, kata dr. Firandi.
Prof. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRESH selaku Dekan FK-KMK UGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerjasama yang berkelanjutan antara PERKI dan FK-KMK UGM. Prof. Yodi menegaskan bahwa, forum ini penting untuk mengingatkan kembali pada cardiovascular disease yang sangat dekat dengan orang di sekitar kita. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama karena acara ini sangat relevan dalam merespon kondisi tersebut.
“Symposium Jogja Cardiovascular Epidemiology and Prevention Forum 2026 ini memberikan berbagai macam pendekatan penanganan penyakit cardiovascular yang presisi, terintegrasi, dan berbasis bukti. Kami di FK-KMK berharap forum ini dapat menjadi sinergi yang berkelanjutan antara organisasi profesi dan universitas untuk menentukan pertimbangan kebijakan”, kata Prof. Yodi.
Kegiatan ini meyajikan pemaparan beberapa materi subtansial, diantaranya “Development of Biomarkers for Early Detection and Risk Stratification of Cardiovascular Diseases”; “Lipid and CVD Risk Stratification”; “Health and Demographic Surveillance Systems in Developing Countries: State of the Art and Future Projections for CVD Prevention”; “Blood Pressure and CVD Risk Stratification”, dan Parralel Workshop.
Kegiatan ini turut mendukung adanya komitmen pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menekankan pentingnya update pengetahuan tentang penyakit cardiovascular dalam tatanan klinis dan akademis. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan pentingnya diseminasi ilmiah berbasis riset untuk pelayanan kesehatan pada penyakit kardiovaskular. SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi dan universitas untuk memepertimbangkan kebijakan publik dalam pengendalian penyakit (Reporter/Tedy).



