FK-KMK UGM Dorong Integrasi Pemantauan Kesehatan Personal dalam Sistem Layanan Digital pada Seminar Nasional ASM 2026

FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM menyelenggarakan Seminar Nasional sebagai bagian dari Annual Scientific Meeting bertajuk Embracing Ageing Stay Healthy Sharp and Productive dengan tema Pemantauan Kesehatan Personal dan Integrasi dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Digital. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Ruang U25.A Gedung Pascasarjana Tahir Foundation. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama PKMK dan KAGAMADOK. Seminar ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas urgensi transformasi pendekatan kesehatan dari kuratif menuju preventif berbasis individu di tengah meningkatnya beban penyakit kronis dan katastropik.

Dalam pengantarnya, Annisa menekankan bahwa tingginya prevalensi penyakit kronis dan katastropik di Indonesia berkorelasi kuat dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah. Oleh karena itu, sistem kesehatan perlu bergeser dari model reaktif menjadi pendekatan preventif yang memanfaatkan pemantauan kesehatan personal berbasis data, baik dari sisi evidence ilmiah, perubahan perilaku, maupun dukungan digitalisasi yang terintegrasi dengan layanan kesehatan.

Aldilas Achmad Nursetyo, M.D., M.S., memaparkan bahwa penyakit katastropik memberikan dampak signifikan terhadap angka kematian serta pembiayaan kesehatan nasional, termasuk melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional. Ia menegaskan bahwa karakter penyakit yang progresif dan berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dikendalikan menuntut strategi personalized preventive medicine. Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini, prediksi risiko individual, serta intervensi yang lebih presisi dengan memanfaatkan data kesehatan sebagai landasan pengambilan keputusan.

Sementara itu, Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes., menggarisbawahi pentingnya paradigma sehat yang menempatkan individu sebagai aktor utama dalam menjaga kesehatannya. Ia menjelaskan konsep Five Levels of Prevention dan menekankan bahwa sebagian besar penyebab kematian dapat dicegah melalui intervensi sejak dini dan berkelanjutan sepanjang siklus kehidupan. Namun, rendahnya partisipasi masyarakat dalam skrining dan pemeriksaan rutin menjadi tantangan yang harus diatasi melalui penguatan kesadaran, konsistensi perilaku hidup sehat, serta dukungan program promotif dan preventif.

Dr. dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHltInf., menyoroti urgensi integrasi data kesehatan personal dengan sistem pelayanan kesehatan digital. Akses terhadap Personal Health Records dinilai mampu meningkatkan keterlibatan pasien, kepatuhan terhadap tatalaksana, serta kualitas komunikasi dengan tenaga kesehatan. Meski demikian, ia mengingatkan perlunya perhatian terhadap interoperabilitas sistem, peningkatan literasi digital, dan tata kelola data yang kuat agar integrasi dapat berjalan optimal dan mendukung pelayanan yang responsif serta berorientasi pada pasien.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan pendekatan preventif dan deteksi dini penyakit kronis untuk menekan angka kesakitan dan kematian. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dalam forum ilmiah yang memperkaya kapasitas akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan melalui pertukaran pengetahuan berbasis bukti. SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur diimplementasikan melalui pengembangan dan integrasi sistem kesehatan digital yang mendukung pelayanan berbasis data dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Sensa Gudya Sauma).