FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Medical Device Expo pada Jumat (6/2). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 FK-KMK UGM. Bertempat di Ruang C002-C0003 kegiatan ini diikuti puluhan peserta. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, industri, rumah sakit jejaring, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem inovasi dan uji klinis alat kesehatan di Indonesia.
Acara dimulai dengan sambutan dari Prof. dr. Retno Sutomo, Sp.A(K)., Ph.D selaku ketua panitia Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 FK-KMK UGM. Prof. Sutomo menegaskan kegiatan ini berkolaborasi dengan jejaring Academic Health System (AHS) untuk mengintegrasikan inovasi di bidang kesehatan. Prof. Sutomo menegaskan kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk memperkuat inovasi dan menciptakan ekosistem yang berorientasi pada penelitian yang berkualitas.
“Kegiatan hari ini bisa dikatakan sebagai kegiatan perdana kita dalam menyemarakkan dies natalis melalui lomba inovasi. Kami berharap. semoga kegiatan ini dapat menjadi keberlanjutan untuk kerjasama penelitian dan lain sebagainya terutama dalam komitmen untuk memajukan pelayanan kesehatan di Indonesia,” kata Prof. Sutomo.
Kemudian, sambutan disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K) selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan. Prof. Lina menegaskan di usia 80 tahun berdirinya FK-KMK sudah semestinya dinamika pendidikan berorientasi untuk lebih matang pada keberdampakan. Prof. Lina menjelaskan keberdampakan ini penting untuk menghadirkan komitmen pada kolaborasi antara riset akademik dan dunia praktik
“Acara kita ini sejalan dengan tagline berdampak dari Kemendikti Saintek, harapannya ke depan FK-KMK bisa meningkatkan aktivitas dan kualitas untuk pelayanan kesehatan,” kata Prof. Lina.
Dr. Danang Sri Hatmoko Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerjasama UGM mengapresiasi kegiatan yang telah diselenggarakan oleh FK-KMK UGM, karena mampu menghadirkan ekosistem akademik yang berkualitas melalui kehadiran berbagai macam stakeholder. Dr. Danang menekankan UGM memiliki komitmen yang kuat dalam menyediakan ruang inovasi dan adopsi inovasi bagi para akademisinya untuk meningkatkan keberdampakan secara luas.
“Bapak dan ibu yang kami hormati, ke depannya UGM hendak memberikan masukan dan berjuang dihadapan Kemendikti Saintek dalam menegaskan komitmen keberpihakan. Hal ini penting dilakukan untuk memberikan ruang pengakuan dan penggunaan karya-karya inovasi dalam negeri secara luas,” kata Dr. Danang.
Acara berlanjut pada pemaparan materi Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh Ariani Arista Putri Pertiwi, S.Kep., Ns., MAN, DNP selaku Dosen Program Studi Keperawatan FK-KMK UGM. Adapun materi yang disampaikan di antaranya, “Penguatan Kemitraan Perguruan Tinggi-Industri untuk Menciptakan Inovasi Berdampak di Bidang Alat Kesehatan” dan “Peran Asosiasi dan Rumah Sakit dalam Percepatan Adopsi Inovasi di Bidang Alat Kesehatan”.
Kegiatan ini turun mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan dengan menekankan komitmen inovasi pelayanan kesehatan berbasis praktik hasil penelitian yang berkualitas; SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan pentingnya inovasi riset sebagai ekosistem keberlanjutan keilmuan dan keberdampakan; dan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan dengan menekankan diseminasi pengetahuan melalui kolaborasi riset akademik dan praktik klinis dalam komitmen meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. (Reporter/Tedy).




