FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM turut berpartisipasi dalam respons bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pengiriman Tim Emergency Medical Team (EMT) oleh Academic Health System (AHS) UGM bekerja sama dengan rumah sakit jejaring, sebagai respons atas banjir hebat yang melanda wilayah Aceh Utara dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat serta layanan kesehatan setempat. Respons bencana ini berlangsung pada November hingga Desember 2025, dengan penugasan mahasiswa secara bertahap pada periode 9–22 Desember 2025 di berbagai fasilitas kesehatan dan lokasi pengungsian di Aceh Utara.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, dua mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan FK-KMK UGM peminatan Gawat Darurat dan Bencana, yaitu Hamka Abdi Kusuma, S.Kep., Ns., yang bertugas pada 9–16 Desember 2025, serta Berliando Toro Betty Runesi, S.Kep., Ners., yang bertugas pada 14–22 Desember 2025. Hamka Abdi Kusuma bergabung bersama Tim EMT batch 2 yang diberangkatkan pada 8 Desember 2025, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker, sanitarian, dan ahli gizi, untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan dan manajemen bencana di RS Muchtar Hasbie Lhoksukon, sejumlah puskesmas, serta posko pengungsian.
Selama penugasan, mahasiswa tidak hanya menjalankan peran klinis, tetapi juga terlibat dalam praktik manajemen bencana kesehatan. Hamka Abdi Kusuma berperan mendampingi dokter dalam pelayanan medis lapangan, mulai dari pengkajian pasien, pemeriksaan tanda-tanda vital, perawatan luka, hingga mendukung layanan kefarmasian di tengah keterbatasan sumber daya. Kondisi lapangan yang minim listrik dan air bersih menjadi tantangan tersendiri, sekaligus memberikan pengalaman dalam pengambilan keputusan cepat dan kerja tim di situasi darurat.
Sementara itu, pada keberangkatan Tim EMT batch 3 yang dipimpin oleh Sutono, S.Kp., M.Kep., MSc., Berliando Toro Betty Runesi terlibat dalam tim manajemen dan mendukung aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Aceh Utara. Mahasiswa berperan dalam pendataan tim EMT, penandaan peta respons, pembagian lokasi penugasan, serta penyusunan laporan harian untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas respons bencana. Selain itu, Berliando juga turut terjun ke lapangan, termasuk menjangkau lokasi pengungsian terisolasi di wilayah pesisir Lhok Puuk Kadus Barat dengan menggunakan perahu nelayan.
Keterlibatan mahasiswa pascasarjana keperawatan FK-KMK UGM dalam respons bencana ini menjadi pembelajaran yang baik, di mana ilmu Disaster Nursing dan manajemen bencana kesehatan diterapkan secara langsung di lapangan. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kompetensi profesional mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan kepemimpinan, kolaborasi interprofesional, serta sensitivitas sosial dalam menghadapi situasi krisis.
Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya menjaga layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana dan kelompok rentan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan yang meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Academic Health System, rumah sakit jejaring, dan pemerintah daerah dalam respons bencana yang terkoordinasi dan berkelanjutan. (Kontributor: Hamka Abdi Kusuma dan Berliando Toro Betty Runesi).



