FK-KMK UGM. Mengawali tahun 2026, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan (RKT) sebagai agenda rutin fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum perencanaan untuk membahas capaian tahun sebelumnya serta merumuskan arah kebijakan, target, dan langkah kerja fakultas pada tahun berjalan. Melalui RKT, FK-KMK UGM menyelaraskan program dan strategi fakultas dengan visi dan misi Universitas Gadjah Mada.
Dalam pembukaan RKT 2026 yang berlangsung pada tanggal 23 – 24 Januari 2026 di Bandungan, Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, menekankan bahwa tantangan ke depan tidak lagi sekadar soal perencanaan dan pencapaian indikator kinerja. Tantangan yang dihadapi fakultas dan universitas adalah bagaimana setiap program dan kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat dan bangsa.
“Tantangan kita bukan hanya merencanakan dan menjalankan program untuk mengejar target capaian kinerja, tetapi menata arah bersama, menyelaraskan langkah, dan memastikan bahwa seluruh kinerja kita memberi dampak yang nyata dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sejalan dengan tema RKT 2026, Meneguhkan Arah, Menyatukan Langkah, Menguatkan Dampak, seluruh rangkaian diskusi diarahkan pada penguatan visi bersama. Meneguhkan arah dimaknai sebagai upaya memastikan seluruh kebijakan dan program berpijak pada mandat dan nilai FK-KMK UGM. Menyatukan langkah menekankan pentingnya kolaborasi lintas Departemen, Program Studi, dan Pusat Kajian. Sementara itu, menguatkan dampak berarti memastikan bahwa setiap capaian tidak berhenti pada luaran administratif, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D. yang turut hadir dalam kegiatan RKT FK-KMK, menyampaikan bahwa UGM memperoleh mandat dan amanah dari Presiden Republik Indonesia untuk masuk dalam peringkat dunia di bawah 200, bersama Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan penyesuaian strategis, antara lain komposisi mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana. Dalam Rencana Strategis (Renstra) UGM, ditargetkan proporsi mahasiswa Pascasarjana mencapai 40 persen pada tahun 2027. Kedepannya riset dan inovasi akan dikaitkan dengan pendidikan Pascasarjana. Selain itu, peningkatan kualitas sitasi ilmiah serta penguatan jumlah dan peran tenaga pengajar juga menjadi perhatian utama.
Rektor UGM juga menegaskan pentingnya perubahan budaya akademik, dari teaching culture menuju research and innovation culture. Riset dan inovasi perlu diperkuat, seiring dengan beban mengajar saat ini dinilai cukup tinggi, khususnya di FK-KMK. Ke depan, porsi tersebut diharapkan dapat lebih digeser untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi. Salah satu langkah baru yang diperkenalkan adalah Insentif Kinerja Dosen (IKD), sebagai platform yang mengaitkan insentif dengan Target Kinerja (TCK) unit.
RKT yang dihadiri oleh para Ketua Departemen, Ketua Program Studi, dan Ketua Pusat Kajian ini juga menjadi momentum apresiasi melalui pemberian Audit Mutu Internal (AMI) Award. Penghargaan juara pertama diraih oleh Pendidikan Program Dokter Spesialis Neurologi, disusul oleh Pendidikan Program Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi, serta Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. Suasana RKT semakin hangat dengan kegiatan kuis interaktif antar klaster serta penampilan musik dari drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc. Ph.D. yang menambah semarak rangkaian acara. (Dian/Humas)



