FK-KMK UGM Dorong Penguatan Riset Vaksin Nasional lewat Expert Review Vaksin Hexavalent

FK-KMK UGM. Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik (CEBU) FK-KMK UGM menyelenggarakan diskusi panel ahli atau expert review untuk meninjau hasil studi preklinis Vaksin Hexavalent 2025 produksi PT Bio Farma. Diskusi panel tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Gedung Litbang FK-KMK UGM. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah strategis yang mempertemukan para pakar guna mengevaluasi capaian riset serta memastikan kesiapan vaksin sebelum melangkah ke tahapan berikutnya dalam pengembangan.

Pembahasan mencakup uji imunogenitas terhadap sejumlah antigen penting, seperti Difteri, Tetanus, Hepatitis B, dan Polio, yang menjadi komponen utama dalam vaksin Hexavalent. Selain itu, para pakar juga meninjau hasil uji toksisitas yang meliputi evaluasi fungsi organ serta pemeriksaan histopatologi pada hewan coba sebagai bagian dari penilaian keamanan vaksin.

Diskusi berlangsung secara mendalam dan kritis, dengan fokus pada kesesuaian metode penelitian, validitas data, serta interpretasi hasil uji preklinis. Proses ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa vaksin yang dikembangkan memenuhi standar ilmiah dan etika penelitian yang tinggi, sekaligus memberikan dasar yang kuat sebelum memasuki tahap uji klinis pada manusia. Melalui expert review ini, masukan dan rekomendasi dari para ahli diharapkan dapat memperkuat desain riset lanjutan serta meningkatkan kualitas pengembangan vaksin nasional.

Keterlibatan FK-KMK UGM melalui CEBU dalam kegiatan ini juga mencerminkan peran aktif institusi akademik dalam mendukung penguatan sistem kesehatan nasional. Kolaborasi dengan PT Bio Farma sebagai industri farmasi dalam negeri menunjukkan sinergi antara dunia akademik dan industri untuk mendorong kemandirian bangsa di bidang vaksin dan bioteknologi kesehatan.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan penyakit menular dan penguatan sistem imun masyarakat, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui dorongan inovasi riset dan pengembangan vaksin dalam negeri berbasis kolaborasi akademisi dan industri, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara FK-KMK UGM dan PT Bio Farma dalam mempercepat kemandirian kesehatan nasional berbasis riset dan bukti ilmiah. (Kontributor: Tim CEBU).