FK-KMK UGM Dorong Inovasi Pembelajaran PJOK untuk Gen Z dan Gen Alpha melalui Webinar Nasional

FK-KMK UGM. Departemen Fisiologi bekerja sama dengan Health Promoting University FK-KMK UGM menyelenggarakan webinar bertajuk Dari Lapangan ke Masa Depan: Penjaskes Asik untuk Gen Z dan Gen Alpha. Webinar tersebut diselenggarakan pada Rabu (7/1) melalui platform Zoom dan diikuti oleh 38 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan tingkat Sekolah Menengah Pertama dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK yang relevan dengan karakteristik generasi muda.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan aktivitas fisik remaja usia SMP melalui pendekatan pembelajaran PJOK yang lebih adaptif terhadap Generasi Z dan Generasi Alpha. Pada fase usia tersebut, remaja berada dalam periode penting pertumbuhan fisik dan perkembangan psikososial, sehingga pendidikan jasmani memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup aktif, sehat, dan berkelanjutan. Melalui webinar ini, para guru diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar peserta didik masa kini.

Webinar menghadirkan narasumber dari Departemen Fisiologi FK-KMK UGM, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., AIFO-K, serta narasumber dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Saryono S.Pd, Jas., M.Or. Kegiatan ini dimoderatori oleh Wisnu Eka Wardana dari Departemen Fisiologi FK-KMK UGM dan Dea Wahyu Lestari dari Health Promoting University FK-KMK UGM.

Pada sesi awal, peserta memperoleh pemaparan mengenai peran pendidikan jasmani dalam mendukung tumbuh kembang anak dan remaja, khususnya dalam menjaga kebugaran jasmani, kesehatan metabolik, serta pencegahan penyakit tidak menular sejak usia dini. Sesi berikutnya membahas strategi pembelajaran PJOK yang kreatif, menyenangkan, dan aplikatif agar kegiatan di lapangan dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan perkembangan zaman.

Selama kegiatan, dilaksanakan diskusi bagi para guru untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mengelola pembelajaran PJOK. Inovasi metode pembelajaran dipandang penting untuk menumbuhkan minat siswa terhadap aktivitas fisik, sehingga kebiasaan hidup aktif dapat terbentuk sejak remaja dan berdampak positif hingga usia dewasa dan lanjut usia.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yakni SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan aktivitas fisik dan upaya promotif-preventif pada remaja, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan bermutu, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan institusi pendidikan lainnya dalam pengembangan pendidikan kesehatan berkelanjutan. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).