FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM berpartisipasi dalam Train-the-Trainers Workshop II sebagai bagian dari proyek internasional DISCERN-DSS (Digitally Enhanced Scenario-Based Learning for Digital Soft Skills). Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Departemen Anatomi FK-KMK UGM, dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D., yang mewakili institusi dalam forum penguatan kapasitas pengajar kedokteran berbasis pembelajaran digital. Workshop ini diselenggarakan di School of Medicine, Aristotle University of Thessaloniki, Yunani, pada 26–30 Januari 2026, sebagai rangkaian hibah Erasmus+ Programme Capacity-Building Projects in the Field of Higher Education.
Proyek DISCERN-DSS merupakan inisiatif kolaboratif lintas negara yang bertujuan meningkatkan keterampilan digital dan soft skills mahasiswa kesehatan melalui pendekatan pembelajaran berbasis skenario digital atau Digital Scenario-Based Learning. Pendekatan ini menekankan pemanfaatan modul interaktif serta kasus pasien virtual untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan dunia kesehatan di era transformasi digital.
Selain pengembangan metode pembelajaran, proyek ini juga diarahkan pada modernisasi kurikulum kesehatan digital, peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan intensif, pengembangan sumber belajar digital, serta pembentukan pusat kolaborasi nasional guna menjamin keberlanjutan pendidikan digital di Indonesia. Workshop yang berlangsung selama lima hari tersebut memberikan pelatihan mendalam kepada para peserta terkait pengembangan modul pembelajaran berbasis skenario, teknik fasilitasi interaktif di kelas digital, serta strategi integrasi penguatan soft skills ke dalam kurikulum pendidikan kedokteran.
Konsorsium proyek DISCERN-DSS melibatkan sejumlah institusi pendidikan tinggi ternama. Dari Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tergabung sebagai mitra aktif. Sementara itu, mitra dari Eropa meliputi Aristotle University of Thessaloniki sebagai koordinator proyek, European Union of Medical Specialists dari Belgia, serta Karolinska Institutet dari Swedia.
Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi dan kapasitas pengajar, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan penguatan keterampilan digital dan pengembangan sistem pembelajaran inovatif, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi nasional dan internasional dalam mendukung transformasi pendidikan kesehatan. (Kontributor: Junaedy Yunus).



