FK-KMK UGM Perkuat Sistem Peringatan Dini Penyakit melalui Pelatihan Surveilans Air Limbah di Banjarmasin

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak–Pediatric Research Office (PKKA-PRO) FK-KMK UGM menyelenggarakan Pelatihan Penelitian Surveilans Air Limbah sebagai langkah strategis dalam penguatan sistem kewaspadaan dini penyakit infeksi berbasis lingkungan. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada 22–23 Januari 2026 dan berlokasi di Kota Banjarbaru serta Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan dengan melibatkan peneliti, laboratorium kesehatan, serta pengelola infrastruktur air limbah untuk memperkuat kapasitas teknis dan tata kelola surveilans air limbah sebagai bagian dari sistem kesehatan masyarakat.

Pelaksanaan pelatihan dilatarbelakangi oleh keberhasilan penelitian surveilans air limbah yang sebelumnya dilakukan oleh PKKA-PRO FK-KMK UGM di Yogyakarta. Penelitian tersebut mampu mendeteksi keberadaan SARS-CoV-2 dan Salmonella Typhi lebih dini dibandingkan data klinis, sehingga memberikan sinyal awal peningkatan kasus penyakit infeksi. Hasil kajian tersebut telah didiseminasikan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan organisasi internasional, serta berkontribusi dalam penyusunan pedoman kesiapsiagaan pandemi bersama Organisasi Kesehatan Dunia.

Kegiatan hari pertama dilaksanakan di Grand Qin Hotel Banjarbaru dan diikuti oleh peserta dari Tim PKKA-PRO FK-KMK UGM, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan dan Penyakit (BBLKM) Banjarbaru, serta Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik Banjarmasin. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep surveilans air limbah, prinsip pencatatan data yang baik, persiapan logistik, prosedur pengambilan dan pengiriman sampel, hingga aspek administrasi penelitian. Diskusi teknis juga menghasilkan kesepakatan terkait kalibrasi alat, pengaruh klorin terhadap kualitas sampel, penggunaan alat pelindung diri, serta pengelolaan limbah hasil sampling.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi dan praktik lapangan di IPAL Pengkapuran Raya, IPAL Lambung Mangkurat, dan IPAL HKSN. Peserta melakukan praktik langsung pengambilan sampel air limbah, pengukuran parameter kualitas air, serta pencatatan data lapangan secara terstandar. Kegiatan ini memberikan pengalaman aplikatif sekaligus memperkuat kesiapan infrastruktur pendukung surveilans air limbah di tingkat daerah.

Rangkaian kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan deteksi dini dan respons terhadap penyakit infeksi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia berbasis pembelajaran aplikatif, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan riset dan teknologi dalam sistem surveilans kesehatan lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara akademisi, laboratoriusdgm kesehatan, dan pengelola infrastruktur daerah. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).