FK-KMK UGM. Tim Pusat Kajian Kesehatan Anak–Pediatric Research Office (PKKA-PRO) FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan Training Lapangan dan Kunjungan Site Pengembangan Surveilans Air Limbah di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19–20 Januari 2026 di Kota Medan dan sejumlah titik strategis pengambilan sampel air limbah di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sistem surveilans kesehatan berbasis lingkungan melalui pendekatan wastewater surveillance sebagai instrumen deteksi dini penyakit infeksi dan respons cepat kesehatan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari dan melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor dari akademisi, laboratorium kesehatan, serta badan usaha milik daerah.
Hari pertama kegiatan dilaksanakan secara luring di Ibis Styles Medan Pattimura dan dihadiri oleh 15 peserta yang berasal dari Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Medan, Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, serta Tim PKKA-PRO FK-KMK UGM. Agenda pelatihan mencakup pemaparan konsep dan hasil penelitian wastewater surveillance, prinsip penelitian dan pencatatan data, persiapan logistik, manajemen sampel, hingga simulasi prosedur penelitian. Sesi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan teknis peserta dalam pelaksanaan surveilans air limbah yang terstandar dan berbasis bukti ilmiah.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada simulasi lapangan di lokasi potensial pengambilan sampel, yaitu Pumping Station Jalan HM Yamin dan Inlet IPAL Cemara, dengan melibatkan 13 peserta. Peserta mendapatkan pengalaman langsung terkait prosedur pengambilan sampel air limbah, pengukuran parameter kualitas air, serta pencatatan data lapangan menggunakan aplikasi KoboToolBox. Praktik ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan teknis dan keseragaman prosedur antarinstansi dalam implementasi surveilans berbasis lingkungan.
Selama rangkaian kegiatan, delapan materi utama dibahas secara mendalam, meliputi penggunaan disinfektan, manajemen dan keamanan data, pengiriman sampel, hingga administrasi penelitian. Diskusi teknis juga menyoroti akses data bagi pimpinan lapangan, pemanfaatan data logger, penanganan alat pelindung diri pascasampling, serta ketentuan entri data di lapangan. Kesepakatan bersama atas aspek teknis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan konsistensi data surveilans.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi antara FK-KMK UGM, BLKM Medan, dan Perumda Tirtanadi dalam membangun sistem kewaspadaan dini penyakit infeksi yang berkelanjutan. Sinergi lintas sektor dinilai krusial untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat berbasis pendekatan lingkungan dan teknologi.
Pelaksanaan training lapangan dan kunjungan site pengembangan surveilans air limbah oleh Tim PKKA-PRO FK-KMK UGM di Provinsi Sumatera Utara berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur, serta penguatan jejaring kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem surveilans air limbah sebagai bagian dari sistem kesehatan masyarakat yang adaptif dan berorientasi pencegahan.
Rangkaian kegiatan ini berkontribusi pada khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap deteksi dini dan pengendalian penyakit infeksi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas dan pembelajaran aplikatif bagi tenaga profesional, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan sistem surveilans kesehatan lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah daerah, dan penyedia layanan publik. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).




