FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Surveilans II Laboratorium FK-KMK UGM sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan standar ISO 17025:2017. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026 di Auditorium Lantai 8 Gedung Pascasarjana Tahir. Visitasi ini merupakan upaya institusi dalam memastikan mutu dan kompetensi laboratorium tetap terjaga serta diakui secara eksternal.
Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, dalam sambutannya menegaskan bahwa FK-KMK UGM berkomitmen penuh pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut juga tercermin dalam penguatan layanan pendukung, salah satunya melalui penjaminan mutu laboratorium yang terstandar dan diakui secara nasional maupun internasional.
“Bagi kami, laboratorium adalah pondasi utama keunggulan penelitian dan pelayanan kami. Publikasi bereputasi, kolaborasi internasional, serta kepercayaan mitra sangat bergantung pada data yang dihasilkan oleh laboratorium yang kredibel, konsisten, dan dapat diperbarui,” ujar Prof. Yodi.
Manajer Puncak Laboratorium FK-KMK UGM, Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt., menjelaskan bahwa laboratorium-laboratorium di lingkungan FK-KMK UGM berada di bawah departemen masing-masing dan secara berkelanjutan melakukan peningkatan mutu. Pada proses reakreditasi ini, terdapat 17 parameter yang diajukan untuk dinilai dan dipastikan kesesuaiannya dengan standar ISO 17025. Ia menekankan bahwa proses surveilans bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bagian dari budaya mutu yang terus dikembangkan di lingkungan fakultas.
Asesmen lapangan pada Surveilans II ini dilakukan oleh tiga asesor dari Komite Akreditasi Nasional, yaitu Apt. Dra. Anny Sulistiowati, Tetty Resmiaty, SKM., M.Pd., dan Johanna Sienny Widjaya, S.Si., MAppSc. Kegiatan asesmen meliputi peninjauan dan verifikasi dokumen atau borang, serta visitasi langsung ke laboratorium terkait untuk memastikan kesesuaian penerapan standar dengan praktik di lapangan.
Adapun laboratorium yang dikunjungi meliputi Laboratorium Biokimia, Laboratorium Riset Terpadu, Laboratorium Dermatologi dan Venereologi, Laboratorium Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium, Laboratorium Parasitologi, Laboratorium Farmakologi dan Terapi, serta Laboratorium Mikrobiologi.
Melalui proses surveilans ini, FK-KMK UGM menargetkan seluruh parameter yang diajukan dapat terstandar dan memenuhi persyaratan akreditasi. Hal tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat posisi laboratorium FK-KMK UGM sebagai pusat pendukung pendidikan dan riset yang unggul, terpercaya, dan berdaya saing global.
Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan sarana laboratorium yang bermutu untuk mendukung proses pembelajaran dan riset, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan infrastruktur riset dan inovasi berbasis standar internasional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan dan kolaborasi dengan lembaga akreditasi nasional dalam menjamin mutu laboratorium. (Humas/Sitam).



