FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM sekaligus Lustrum XVI dengan tema “Mencerdaskan dan Memajukan Kesehatan Bangsa”. Kegiatan berlangsung pada Minggu (01/02) di Ghra Agung, Kebonagung, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan bertajuk Berbagi Kepedulian, Menguatkan Kehidupan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata komitmen institusi dalam membangun kesehatan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan, dengan sasaran utama kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi FK-KMK UGM bersama RSA UGM serta SAPADIFA Imogiri Bantul. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas akses layanan kesehatan, tidak hanya melalui pelayanan medis, tetapi juga edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi penyandang disabilitas dan keluarga pendampingnya.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes selaku koordinator Tim Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A yang mewakili Direksi RSA UGM, Panewu Imogiri Bapak Slamet Santoso, SIP, MM beserta jajaran, Lurah Sriharjo, Ketua SAPADIFA Imogiri, pimpinan Polsek dan Kodim Imogiri, perwakilan Puskesmas Imogiri I dan II, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Supriyati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen FK-KMK UGM sebagai kampus inklusi dan kampus sehat yang siap bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Kerja sama FK-KMK UGM dengan SAPADIFA Imogiri ini sudah berjalan tiga tahun, dan harapannya kita akan terus bekerja sama untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Ade Febrina menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi ini, dengan harapan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta lingkungan sosial mampu mendukung tanpa adanya stigma atau pengucilan. Sekitar 170 penyandang disabilitas beserta keluarga pendamping hadir dan berpartisipasi aktif. Selain memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan, termasuk materi mengenai superflu yang disampaikan langsung oleh para pakar, serta paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menegaskan jati diri FK-KMK UGM sebagai bagian dari Universitas Gadjah Mada yang berkomitmen menjadi kampus inklusi dan Health Promoting University. Kegiatan ini jugas sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui perluasan akses layanan kesehatan yang inklusif, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan penguatan layanan bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, fasilitas kesehatan, dan komunitas lokal. (Kontributor: Tim Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM).



