FK-KMK UGM. Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini ditujukan kepada para petugas kebersihan atau Pasukan Orange di wilayah Kabupaten Gunungkidul sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Agustus 2025 di Kabupaten Gunungkidul dan diikuti oleh sebanyak 180 Pasukan Orange yang diundang untuk memperoleh layanan pemeriksaan mata gratis serta paket sembako.
Dalam pelaksanaannya, tim dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata dasar sekaligus edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan indera penglihatan. Pemeriksaan ini mencakup penilaian fungsi penglihatan dan deteksi dini gangguan mata yang berpotensi dialami oleh pekerja kebersihan. Pasukan Orange termasuk kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan penglihatan akibat paparan sinar matahari secara terus-menerus, debu, serta faktor lingkungan lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan mata dalam jangka panjang.
Selain layanan medis, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi singkat mengenai cara melindungi mata saat bekerja di luar ruangan, pentingnya penggunaan alat pelindung diri, serta anjuran untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Pemberian paket sembako menjadi bagian dari upaya meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus simbol penghargaan atas kontribusi para petugas kebersihan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Kolaborasi antara FK-KMK UGM, BAZNAS Kabupaten Gunungkidul, dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunjukkan sinergi lintas sektor yang kuat dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, peran institusi pendidikan tinggi kesehatan tidak hanya terbatas pada pendidikan dan riset, tetapi juga diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung.
Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui perluasan akses layanan kesehatan mata yang inklusif, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menghargai serta mendukung kesejahteraan pekerja kebersihan, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui dukungan terhadap terciptanya lingkungan kota yang bersih dan sehat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan lembaga sosial dalam pembangunan berkelanjutan. (Kontributor: dr. Fauziyyah Djaafara).




