FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut mendukung penyelenggaraan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan RSUD Sleman dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sleman. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-109 dan ditujukan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Pelaksanaan bakti sosial operasi katarak gratis tersebut berlangsung pada Minggu, 11 Mei 2025, bertempat di RSUD Sleman, dengan sasaran masyarakat Sleman yang telah melalui tahapan skrining medis sesuai ketentuan.
Kegiatan bakti sosial ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan daerah, antara lain Ketua Peringatan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro, S.Si., M.Kom., Ketua Baznas Sleman Drs. Kiswanto, Direktur RSUD Sleman dr. Novita Krisnaeni, M.P.H., serta tamu undangan dari berbagai instansi. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, turut hadir secara langsung untuk meninjau jalannya kegiatan bakti sosial sekaligus menyerahkan paket obat kepada pasien secara simbolis sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Meskipun jumlah peserta yang lolos skrining medis tidak memenuhi target awal, kegiatan ini tetap berjalan dengan optimal. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan seleksi medis, sebanyak 15 pasien dinyatakan memenuhi kriteria dan menjalani tindakan operasi katarak. Seluruh proses operasi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keselamatan pasien serta standar pelayanan medis yang berlaku.
Katarak diketahui sebagai salah satu penyebab utama kebutaan yang bersifat progresif dan umumnya dialami oleh kelompok usia lanjut. Melalui kegiatan ini, pasien diharapkan dapat kembali memperoleh kualitas penglihatan yang lebih baik sehingga mampu beraktivitas secara mandiri dan produktif. Selain memberikan manfaat klinis, bakti sosial ini juga menjadi upaya nyata dalam memperluas akses layanan kesehatan mata yang merata dan terjangkau bagi masyarakat.
Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pengurangan beban biaya kesehatan masyarakat kurang mampu, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan peningkatan akses layanan kesehatan mata, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena kesehatan penglihatan mendukung produktivitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui pelayanan kesehatan yang inklusif, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan bakti sosial kesehatan. (Kontributor: dr. Anak Agung Istri Amritha Prashanti).




