FK-KMK UGM Lantik 11 Dokter Baru, Tekankan Etika dan Literasi di Tengah Dinamika Media Sosial

FK-KMK UGM. Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM melaksanakan Pelantikan Dokter Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 11 dokter dilantik pada Rabu (28/01) di Auditorium Lantai 8 Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FK-KMK UGM

“Beberapa hari terakhir ini di media sosial, khususnya X dan Threads ramai perdebatan soal dunia kedokteran. Kalau anda mengikuti, sejumlah dokter spesialis mendapatkan kritik bahkan hujatan, hanya karena menyampaikan penjelasan yang secara medis benar tapi dianggap tidak sesuai dengan pengalaman personal seorang warganet, seakan-akan penjelasan medis dipatahkan oleh potongan pengalaman personal, dan seakan-akan suara pakar tenggelam oleh algoritma,” ujar Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH dalam sambutannya.

Dekan FK-KMK UGM menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan fenomena realita lanskap profesi dokter saat sekarang. Para dokter tidak hanya bekerja dalam ruang praktik, namun juga di ruang digital. Tidak hanya berhadapan dengan pasien, tetapi juga dengan kamera, komentar, potongan video, dan penilaian publik yang sering kali datang tanpa dengan konteks utuh. Prof. Yodi menekankan pentingnya literasi dalam membersamai selama praktik di masyarakat. Sehingga ketika nantinya di media sosial mengunggah apapun, tetap membawa identitas sebagai dokter.

Prof. dr. Eggi Arguni, M.Sc., Ph.D., Sp.A(K). selaku Kepala Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM menyampaikan bahwa lulusan Periode II Tahun Akademik 2025/2026 sebanyak 11 dokter. Adapun rata-rata menyelesaikan studi profesi selama 1 tahun 8 bulan. Selain itu, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58. Hingga saat ini, FK-KMK UGM sudah meluluskan sebanyak 11.186 lulusan dokter.

Pelantikan dokter ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan jumlah dan kualitas tenaga medis di Indonesia, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui sistem pendidikan kedokteran yang unggul, SDG 5: Kesetaraan Gender dalam pendidikan dokter yang merata, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan menjalin kolaborasi lintas sektor demi pemerataan layanan kesehatan di seluruh negeri. (Humas/Sitam).