FK-KMK UGM Dukung Bakti Sosial WALUBI Sambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE di Borobudur

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 Buddhist Era. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan di Zona II Candi Borobudur dan menyasar masyarakat luas yang membutuhkan layanan kesehatan. Rangkaian kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung pada 10–11 Mei 2025, dengan tahapan persiapan dan skrining calon peserta yang telah dimulai sejak 8 Mei 2025.

Bakti sosial WALUBI menghadirkan beragam layanan kesehatan gratis yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan medis masyarakat, khususnya di wilayah sekitar Borobudur dan daerah lain dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan dan pengobatan mata disertai pembagian kacamata baca, tindakan operasi katarak dan bedah minor, serta layanan kesehatan gigi. Seluruh layanan diberikan secara terpadu dengan mengedepankan aspek keselamatan pasien dan standar pelayanan medis yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, WALUBI menggandeng berbagai institusi pelayanan kesehatan dan mitra strategis, antara lain RSUP Dr. Sardjito, RS TNI dr. Soedjono Magelang, RS Moestopo, hingga National University Hospital of Singapore. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari tim medis TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara, serta Polri. Secara keseluruhan, bakti sosial ini melibatkan sekitar 200 dokter, 300 tenaga medis, dan lebih dari 500 relawan lintas agama. Kolaborasi lintas sektor tersebut memungkinkan pelayanan kepada kurang lebih 10.000 pasien yang tidak hanya berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Bali dan Surabaya.

Penyelenggaraan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan langsung bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang selama ini mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan. Selain membantu meringankan beban biaya pengobatan, kegiatan ini juga menjadi wujud solidaritas sosial dan kepedulian kemanusiaan lintas agama dalam momentum perayaan keagamaan.

Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penyediaan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang aman dan bermutu, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui pelayanan yang menjangkau berbagai lapisan dan wilayah, serta SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan solidaritas sosial dan kerja sama lintas institusi dalam kegiatan kemanusiaan. (Kontributor: dr. Anak Agung Istri Amritha Prashanti).