FK-KMK UGM. Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melanjutkan rangkaian asesmen lapangan re-akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) pada hari ketiga. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses penjaminan mutu pendidikan subspesialis yang menitikberatkan pada kesesuaian standar akademik, praktik klinis, serta tata kelola pendidikan. Pelaksanaan asesmen berlangsung di Gedung Tahir Sayap Utara Lantai 8 FK-KMK UGM dan dilengkapi dengan visitasi lapangan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito serta berbagai fasilitas pendukung pendidikan dan pelayanan klinis di lingkungan FK-KMK UGM, Yogyakarta, pada 14 Januari 2026.
Rangkaian kegiatan hari ketiga diawali dengan konferensi klinis yang merefleksikan proses pembelajaran berbasis kasus nyata. Dalam sesi ini, peserta didik subspesialis obstetri dan ginekologi mendiskusikan Root Cause Analysis (RCA) sebagai pendekatan sistematis untuk mengevaluasi penatalaksanaan kasus klinis. Diskusi tersebut melibatkan kolaborasi multidisiplin dan menegaskan keterpaduan antara pembelajaran akademik dengan praktik klinis, sekaligus menunjukkan komitmen program studi terhadap peningkatan mutu layanan serta keselamatan pasien.
Tahapan asesmen selanjutnya diisi dengan wawancara bersama peserta didik dan alumni Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi. Tim asesor menggali secara mendalam pelaksanaan proses pembelajaran pada masing-masing peminatan, meliputi Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, Kedokteran Feto Maternal, serta Obstetri dan Ginekologi Sosial. Dalam sesi wawancara alumni, hadir dr. Laily Chilmawati, SpOG.Subsp.F.E.R., dan dr. Alfun Dhiya A.N., SpOG.Subsp.Obginsos, yang berbagi pengalaman terkait dampak pendidikan subspesialis terhadap kompetensi klinis dan peran profesional di layanan kesehatan. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan gambaran komprehensif mengenai kualitas lulusan serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan pelayanan kesehatan ibu dan perempuan.
Untuk melengkapi penilaian, tim asesor melakukan kunjungan lapangan guna meninjau langsung pelaksanaan pelayanan pasien. Visitasi mencakup berbagai unit di RSUP Dr. Sardjito, antara lain poliklinik reguler, Permata Hati, bangsal perawatan, serta ruang Kelompok Staf Medis. Selain itu, tim asesor juga meninjau perpustakaan dan fasilitas pendukung lain di lingkungan FK-KMK maupun tingkat universitas, termasuk Gelanggang Inovasi dan Kreativitas serta Balairung Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menilai keterpaduan pendidikan, pelayanan klinis, dan tata kelola akademik.
Pelaksanaan re-akreditasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan kualitas pendidikan dokter subspesialis mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan perempuan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memastikan penyelenggaraan pendidikan kedokteran subspesialis yang unggul, berkelanjutan, dan berstandar internasional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Munjayati).




