FK-KMK UGM. Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM menyelenggarakan pertemuan penyamaan persepsi sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan asesmen lapangan re-akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan pemahaman seluruh unsur yang terlibat agar proses asesmen berjalan optimal. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Swiss-Belboutique Yogyakarta, dan dihadiri oleh jajaran asesor, pimpinan fakultas, serta sivitas akademika terkait.
Pertemuan ini menghadirkan tim asesor LAM-PTKes yang terdiri atas Prof. Dr. dr. H. Muhammad Rusda, MKed., Sp.OG., Subsp.FER. dari Universitas Sumatera Utara, Dr. dr. Fitri Hartanto, Sp.A(K) dari Universitas Diponegoro, serta Prof. Dr. Muhammad Arifin Parenrengi, dr. Sp.BS(K) dari Universitas Airlangga. Dari internal fakultas, hadir Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi, Ketua Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi, beserta para staf pengajar dan trainee yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan program pendidikan.
Rangkaian asesmen lapangan re-akreditasi LAM-PTKes dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni pada 11–15 Januari 2026. Proses ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM dalam menjaga konsistensi mutu pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, serta memastikan kualitas layanan pendidikan kedokteran subspesialis yang adaptif terhadap perkembangan ilmu dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Dalam pertemuan penyamaan persepsi tersebut, seluruh pihak membahas secara rinci agenda asesmen lapangan, alur kegiatan, pembagian peran, hingga mekanisme teknis pelaksanaan asesmen. Koordinasi yang matang ini diharapkan mampu mendukung kelancaran proses asesmen, sekaligus memastikan seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal sesuai standar LAM-PTKes.
Upaya penjaminan mutu pendidikan melalui re-akreditasi ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan kualitas pendidikan dokter subspesialis mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan memastikan layanan kesehatan ibu dan perempuan ditangani oleh tenaga profesional yang kompeten, sekaligus memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan kedokteran subspesialis yang unggul, berstandar tinggi, dan berorientasi pada keberlanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Munjayati).




