FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Hibah Dana Masyarakat (Damas) Pengabdian kepada Masyarakat sebagai upaya memperkuat peran dosen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh para dosen di lingkungan FK-KMK UGM. Sosialisasi tersebut berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan melibatkan sebanyak 58 peserta.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes. sebagai narasumber untuk menyampaikan penjelasan komprehensif mengenai kebijakan, mekanisme, serta substansi Hibah Damas tahun 2026. Dalam pemaparannya, Dr. Supriyati menjelaskan berbagai skema hibah yang tersedia, rincian besaran dana untuk masing-masing skema, serta persyaratan administratif dan teknis yang perlu dipenuhi dalam proses pengajuan proposal.
Para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait alur pengusulan hibah, mulai dari tahap perencanaan program hingga evaluasi proposal. Penjelasan tersebut diharapkan dapat membantu dosen dalam meminimalisasi kendala administratif sekaligus meningkatkan kualitas substansi proposal pengabdian masyarakat. Antusiasme peserta tampak jelas dalam sesi tanya jawab, di mana diskusi berkembang pada strategi penyusunan proposal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tips agar program pengabdian memiliki keberlanjutan dan dampak jangka panjang.
Melalui sosialisasi ini, FK-KMK UGM menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendorong pemenuhan kewajiban tridarma perguruan tinggi, tetapi juga memastikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dihasilkan mampu menjadi solusi atas permasalahan kesehatan dan sosial yang dihadapi masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih terarah mengenai Hibah Damas, para dosen diharapkan dapat merancang program pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan selaras dengan visi fakultas.
Program Hibah Damas FK-KMK UGM turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan intervensi kesehatan berbasis masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan mendorong hilirisasi ilmu pengetahuan dari dosen kepada masyarakat luas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (Kontributor: Resha Ayu).




