FK-KMK UGM Lepas 186 Wisudawan Pascasarjana Periode Januari 2026

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melepas 189 wisudawan Pascasarjana Periode Januari 2026 pada Selasa (20/1/2026) di Auditorium FK-KMK UGM. Wisudawan terdiri atas 7 mahasiswa doktor, 62 mahasiswa magister, 106 mahasiswa spesialis, dan 14 mahasiswa subspesialis, dengan di antaranya merupakan 26 wisudawan double degree magister dan pendidikan spesialis.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ, M.M.R, QHIA, menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para dokter spesialis, subspesialis, wisudawan magister, dan doktor yang telah melalui proses pendidikan yang panjang, menantang, dan sarat pengorbanan, baik waktu, tenaga, pikiran, maupun perasaan. dr. Eniarti mengungkapkan, perjalanan akademik dan klinik yang telah ditempuh para wisudawan tidak hanya membantu kompetensi keilmuan, tetapi juga menempa karakter, integritas, empati, dan profesionalisme di RSUP Dr. Sardjito maupun rumah sakit jejaring.

“Kami harap, nilai-nilai yang ditanamkan selama masa pendidikan, kejujuran akademik, kedisiplinan, kerja sama interprofesional, serta kepedulian terhadap pasien dan masyarakat akan senantiasa tertanam dalam setiap langkah pengabdian adik-adik semua, di mana pun bertugas kelak,” kata dr. Eniarti.

Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D, FRSPH, turut menyampaikan kepada para wisudawan bahwa momen pelepasan bukan sekadar seremonial akademik, tetapi titik peralihan dari peserta didik menjadi alumni, dari penerimaan ilmu menjadi penjaga nilai dan kepercayaan publik. Prof. Yodi menyebut, para wisudawan bukan hanya profesional, tetapi representasi nilai keilmuan, kemanusiaan, dan profesionalisme yang dijunjung oleh UGM.

“Di mana pun Saudara berkarya, jadilah alumni yang menjaga marwah profesi, tegakkan integritas meski tidak diawasi. Pegang etika meski ada jalan pintas. Pilih kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Dengan cara itu, Saudara menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga kehormatan almamater,” tutur Prof. Yodi.

Salah satu wisudawan Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan asal Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Achcia Thema Maliny, mengenang perjuangannya untuk dapat melaksanakan ujian tertutup di tengah bencana yang melanda kampung halamannya. Achcia menceritakan, ia dijadwalkan untuk menjalani ujian tertutup saat bencana banjir melanda Aceh. Setelah enam hari, Achcia baru dapat menghubungi administrasi departemen untuk mengomunikasikan keadaannya dan kepastian ujian tertutupnya. Berkat administrasi departemen yang mempermudah, akhirnya ia tetap dapat mengikuti ujian tertutup dan lulus pada semester ini.

“Alhamdulillah, saya bisa ujian tertutup secara daring. Saya jadi belajar banyak bersyukur, pantang menyerah, dan ingat bahwa bersama kesulitan ada kemudahan,” ujarnya.

Pada periode pelepasan pascasarjana kali ini, wisudawan dengan IPK tertinggi diraih oleh Dian Paramita Wulandari pada Program Doktor dengan 3.97, Atikah Kurnia Alda pada Program Magister Keperawatan dengan IPK 4.00, Miya Khalidah pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika dengan IPK 4, dan Yanti pada Program Pendidikan Dokter Subspesialis Penyakit Dalam dengan IPK 3.88. Secara keseluruhan, 123 wisudawan meraih predikat Cumlaude, 62 wisudawan lulus dengan Sangat Memuaskan, dan 4 wisudawan memperoleh predikat Memuaskan.

Acara Pelepasan dan Ramah Tamah Wisudawan Program Pascasarjana, Spesialis, dan Subspesialis FK-KMK UGM merupakan bagian dari upaya FK-KMK UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Hadirnya para wisudawan baru Pascasarjana menunjukkan peran FK-KMK UGM dalam menyediakan akses terhadap pendidikan kesehatan, berkontribusi dalam pengurangan angka kematian dan keadilan kesehatan secara nasional maupun global, serta mendorong hadirnya lebih banyak inovasi kesehatan di masa depan. (Penulis: Citra/Humas).