FK-KMK UGM Perkuat Sinergi Kebijakan Eliminasi Kanker Serviks melalui Webinar Nasional SPRIN

FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM bekerja sama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyelenggarakan webinar bertajuk “Penguatan Regulasi dan Kebijakan Implementatif untuk Percepatan Eliminasi Kanker Serviks di Indonesia”. Webinar tersebut diselenggarakan secara daring pada 8 Januari 2026 dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan tujuan untuk memperkuat peran profesi dan kebijakan dalam upaya eliminasi kanker serviks.

Narasumber pada webinar kali ini Adalah Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM selaku Ketua Umum POGI, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, Ph.D. selaku Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat FK-KMK UGM, dan Dr. dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, Sp.OG, Subsp.Obginsos, M.M., M.H. Kegiatan ini juga melibatkan para pembahas dari unsur pemerintah daerah, asosiasi dinas kesehatan, rumah sakit, dan kelompok kerja eliminasi kanker serviks POGI.

Sesi pengantar disampaikan oleh Prof. Budi Wiweko yang menyoroti masih tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia serta urgensi penyelamatan perempuan melalui penguatan program SPRIN. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa profesi Spesialis Obstetri dan Ginekologi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyedia layanan klinis, tetapi juga sebagai pendidik, advokat kebijakan, dan pemimpin klinis dalam memastikan mutu skrining, diagnosis, tata laksana, serta kesinambungan layanan dari tingkat primer hingga rujukan.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Prof. Laksono Trisnantoro yang mengulas eliminasi kanker serviks dalam perspektif transformasi sistem kesehatan. Ia menekankan pentingnya integrasi layanan, pembiayaan, sistem informasi, serta kepemimpinan klinis agar kebijakan eliminasi tidak terfragmentasi. Sementara itu, dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba memetakan regulasi eliminasi kanker serviks yang telah ada dan membandingkannya dengan kebijakan stunting serta angka kematian ibu, dengan menyoroti masih adanya ruang kosong kebijakan dan tantangan implementasi di tingkat daerah.

Webinar ini menjadi waddah penting dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih implementatif dalam percepatan eliminasi kanker serviks di Indonesia. Kolaborasi antara organisasi profesi, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai krusial agar komitmen kebijakan dapat diwujudkan secara nyata di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya pencegahan dan pengendalian kanker serviks, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kepemimpinan klinis berbasis pembelajaran berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi, organisasi profesi, pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung eliminasi kanker serviks di Indonesia. (Kontributor: Monita Destiwi).