FK-KMK UGM. Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan (HMPK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan seminar kewirausahaan bertajuk Nursing Entrepreneurship for Health Innovation: Mendorong Peran Perawat dalam Inovasi dan Kewirausahaan Kesehatan. Seminar dilaksanakan pada 20 September 2025 secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa keperawatan, praktisi kesehatan, serta penggiat edukasi kesehatan di media sosial sebagai upaya memperluas wawasan perawat dalam mengembangkan peran profesional di luar layanan klinis sebanyak 125 peserta dari berbagai latar belakang.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Hamka Abdi Kusuma, S.Kep., Ns., selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan, serta Uki Noviana, S.Kep., Ns., MN.Sc., Ph.D., selaku Sekretaris Program Studi Pascasarjana Keperawatan. Dalam sambutannya disampaikan harapan agar seminar ini dapat melahirkan lulusan yang mampu menjadi nursepreneur, sehingga kompetensi keperawatan yang dimiliki tidak hanya diaplikasikan dalam praktik klinis, tetapi juga dikembangkan dalam wirausaha bidang kesehatan.
Seminar menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang kewirausahaan kesehatan, yaitu Ryka Widyaningtias, S.Kep., Ns., M.Sc. dan Lucia Anik Purwaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep. Pada sesi pertama, Ryka Widyaningtias memaparkan materi mengenai pemasaran digital bagi nursepreneur, mencakup peluang bisnis kesehatan, tren usaha seiring perkembangan teknologi, serta langkah strategis membangun branding untuk menjangkau pasar secara tepat. Materi ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha kesehatan.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Lucia Anik Purwaningsih yang membahas peluang bisnis perawatan luka sederhana oleh perawat profesional. Ia menekankan bahwa perawat dapat mengembangkan layanan konsultasi, klinik perawatan luka, hingga produk kesehatan pendukung, dengan catatan memiliki strategi pemasaran yang kuat dan penguasaan teknologi digital. Pemaparan ini menegaskan bahwa keahlian klinis dapat menjadi modal utama dalam membangun usaha kesehatan yang berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang interaktif. Hal ini mencerminkan besarnya minat tenaga kesehatan untuk mengembangkan peran sebagai pelaku inovasi dan kewirausahaan di sektor kesehatan.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan inovasi layanan kesehatan berbasis keperawatan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan peningkatan kompetensi dan literasi kewirausahaan bagi mahasiswa, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dorongan lahirnya nursepreneur yang mampu menciptakan peluang kerja dan nilai tambah di sektor kesehatan. (Kontributor: Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan).




