FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama tim peneliti berhasil memublikasikan artikel ilmiah dengan judul “Access and utilization of e-learning on tropical medicine at higher education institutions in Indonesia: A mixed-methods study”. Artikel ini ditulis oleh Prof. Elsa Herdiana Murhandarwati bersama Eti Poncorini Pamungkasari, Atik Maftuhah, Susan Dierickx, Bulan Kakanita Hermasari, Vitri Widyaningsih, Yusuf Ari Mashuri, Adaninggar Angesti Laras, Anis Sofia Harjanti, Nada Syifa Al Biruni, Utiya Nabila Maulani, Sami Alcedo, Ari Probandari, dan Maria Zolfo telah dipublikasikan dalam jurnal internasional PLOS ONE. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli–September 2022 dengan melibatkan 13 universitas di Indonesia, dan dipublikasikan pada 31 Desember 2025.
Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan mixed-methods untuk menggambarkan akses dan pemanfaatan e-learning kedokteran tropis di pendidikan tinggi. Survei kuantitatif dilakukan terhadap 888 mahasiswa kedokteran, baik tahap pra-klinik maupun klinik, yang kemudian diperkaya dengan diskusi kelompok terarah bersama mahasiswa dan dosen. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menangkap data numerik sekaligus pengalaman dan persepsi pengguna secara lebih mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan pemanfaatan e-learning antara mahasiswa pra-klinik dan klinik. Mayoritas mahasiswa pra-klinik belum pernah mengakses platform e-learning khusus kedokteran tropis, sedangkan lebih dari separuh mahasiswa klinik telah memanfaatkannya, terutama untuk menunjang pembelajaran berbasis kasus di wahana klinik. Meski demikian, kedua kelompok sama-sama menjadikan jurnal ilmiah daring sebagai sumber belajar utama, dengan Google Scholar sebagai mesin pencari yang paling sering digunakan karena kemudahan akses dan ketersediaan referensi berbasis bukti ilmiah terkini.
Penelitian ini juga mengungkap berbagai tantangan dalam pembelajaran digital, mulai dari keterbatasan akses internet, desain platform yang belum ramah pengguna, hingga kurangnya konten kedokteran tropis yang relevan dengan konteks lokal Indonesia. Menariknya, sebagian besar responden justru menaruh harapan besar pada pengembangan platform e-learning khusus kedokteran tropis yang lebih terstruktur, interaktif, dan kontekstual untuk mendukung proses belajar yang berkelanjutan.
Penelitian ini menegaskan bahwa e-learning memiliki potensi besar dalam memperkuat pendidikan kedokteran tropis di Indonesia, namun masih memerlukan pengembangan serius dari sisi akses, kualitas konten, dan relevansi lokal. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan kedokteran dan pemangku kebijakan untuk merancang strategi pembelajaran digital yang lebih inklusif dan efektif. Penguatan e-learning kedokteran tropis berkontribusi langsung pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pembelajaran tinggi yang inklusif dan bermutu, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dalam menghadapi tantangan penyakit tropis di Indonesia, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Kharisma Dewi).




