FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM): FK-KMK UGM bersama tim peneliti memublikasikan riset ilmiah yang mengulas keberhasilan teknik cangkok Kondilus Femoralis Medial atau Medial Femoral Condyle (MFC) sebagai solusi pada kasus kegagalan penyembuhan tulang yang kompleks. Artikel ilmiah ini dimuat dalam jurnal internasional Plastic and Reconstructive Surgery – Global Open, Volume 13 Nomor 11, dengan judul “Medial Femoral Condyle Flap as Salvage for Osteomyelitic Clavicle Nonunion.” Artikel tersebut ditulis oleh Meirizal, MD; Ardicho Irfantian, MD; Agung Susilo Lo, MD; dan I Made Dolly, MD. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada November 2025. Publikasi ini menjadi wujud kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran dan rumah sakit rujukan nasional dalam menghadirkan inovasi berbasis bukti ilmiah.
Penelitian ini menekankan dalam penerapan cangkok MFC pada pasien dengan riwayat rekonstruksi tulang yang berulang kali gagal, termasuk kasus nonunion, nekrosis avaskular, serta komplikasi pascaoperasi. Teknik MFC bekerja dengan memindahkan segmen tulang yang tervaskularisasi, sehingga suplai darah ke area tulang yang bermasalah tetap terjaga dan mendukung proses penyatuan tulang. Hasil klinis menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan tingkat keberhasilan penyatuan tulang secara signifikan, bahkan pada kasus yang sebelumnya sulit ditangani.
Selain efektif, teknik cangkok MFC juga memiliki keunggulan dari sisi keamanan. Lokasi donor cangkok di area kondilus femur medial memiliki tingkat morbiditas yang minimal serta dampak yang sangat kecil terhadap fungsi lutut. Hal ini memungkinkan pasien menjalani pemulihan tanpa risiko disabilitas tambahan dalam jangka panjang. Pasien yang menjalani prosedur ini juga menunjukkan pemulihan fungsi anggota gerak yang lebih baik dan terprediksi.
dr. Meirizal menegaskan bahwa temuan ini membuka peluang baru dalam operasi penyelamatan anggota tubuh. Teknik MFC tidak hanya membantu menghindari tindakan ekstrem seperti amputasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup pasien dengan masalah rekonstruksi tulang yang kompleks. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito sebagai pusat unggulan dalam pengembangan bedah rekonstruksi berbasis riset.
Penelitian ini berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan berbasis inovasi bedah, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan adanya riset ilmiah, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi medis, serta memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi akademik dan rumah sakit rujukan nasional. (Kontributor: dr. Meirizal, Sp.O.T.Subsp.T.L.B.M(K)).




